Bersama dengan Tirana Hassan, peneliti asal Australia, Andreas Harsono yang aktifis HAM dan juga wartawan PANTAU, harus berurusan dengan polisi. Gara garanya, Tirana dan Andreas melakukan penelitian tentang masyarakat syiah di Desa Nang Kerning, Omben, Sampang,
Madura.
Setelah ditahan untuk di interogasi pada hari Senin kemarin (19/9), dan diserahkan ke Imigrasi Tanjung Perak, hari ini, (21/9), mereka akan menjalani interogasi lagi oleh pihak berwenang.
Menurut Andreas, ia bersama teman kerjanya, Tirana Hassan, tengah melakukan
penelitian terkait HAM di Desa Nang Kerning, Omben, Sampang, Madura. Utamanya
menyangkut diskriminasi terhadap masyarakat syiah.
"Kami ditangkap saat meneliti tentang 130 keluarga syiah yang menghadapi
macam-macam diskriminasi," tuturnya.
Disamping itu Tirana Hassan juga tidak membawa paspor saat ditahan.
"Tirana tidak membawa paspor karena paspornya ketinggalan di hotel,"
terangnya.
Namun saat sudah menunjukkan paspor, keduanya masih ditahan Imigrasi Tanjung
Perak. "Jadi kami masih di Imigrasi Tanjung Perak, masih harus
diinterogasi. Kemungkinan ini masalah perizinan penelitian,"tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Andreas Harsono dan peneliti asal Australia Tirana
Hassan diamankan polisi saat sedang melakukan penelitian tentang masyarakat
syiah di Madura. Polsek Omben yang menemukan Tirana tidak membawa paspor
langsung membawanya ke Polres Sampang dan diteruskan ke Imigrasi Tanjung Perak.
Belum diketahui pelanggaran lain yang dilakukan Andreas dan Tirana. Berdasarkan
laporan dari Polres Sampang, Tirana datang menggunakan visa on arrival yang
tengah melakukan penelitian tentang konflik syiah dan sunni. Tirana sendiri
sedang melakukan penelitian mengenai kekerasan yang mengatasnamakan agama.
Sebelum di Madura, Tirana juga pernah melakukan penelitian dengan tema sama di
Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Cianjur. Penelitian yang dilakukan Tiaran dibiayai
oleh Human Rights Watch yang berpusat di New York.
(van/lia)

Jambi mungkin tidak setenar tetangganya, Palembang yang belum lama menjadi tuan rumah perhelatan...
Read more...WOW... keren. Keren banget. Beberapa anggota rombongan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)...
Read more...Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam...
Read more...Banyuwangi. Telah menjadi kebiasaan bahwa tiap-tiap pemimpin daerah dalam memajukan daerahnya menerapkan...
Read more...Banyuwangi. Dengan berbagai macam alasan, lama kelamaan semakin banyak warga yang kecewa...
Read more...Surabaya - Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya memutuskan akan mendeportasi Tirana Hassan,...
Read more...Bersama dengan Tirana Hassan, peneliti asal Australia, Andreas Harsono yang aktifis HAM dan...
Read more...Sukabumi. Keberadaan peraturan daerah (Perda) tentang wajib belajar pendidikan Islam di Kabupaten...
Read more...Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH menyerahkan secara simbolis paket bantuan sosial Kemetrian...
Read more...Lama kelamaan para nelayan yang biasa bongkar ikan di pelabuan boom Banyuwangi mengeluh dan...
Read more...