Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hotspot: BI Setuju Kenaikan Harga BBM Bersubsidi - Thursday, 23 February 2012 12:20
Hotspot: Menteri Perindustrian komentari "Esemka" - Wednesday, 11 January 2012 09:57
Hotspot: 750 Personel Polri dan TNI Amankan Timika - Wednesday, 30 November 2011 12:05
Hotspot: Satu Lagi Korban Jembatan Kartanegara Ditemukan - Monday, 28 November 2011 10:00
Hotspot: Freeport Tawarkan Gaji Rp 12,7 juta/bulan - Wednesday, 23 November 2011 14:00
Hotspot: BI Keluarkan Kebijakan Lalu Lintas Devisa - Monday, 03 October 2011 15:31
Hotspot: Wujudkan "Internal Act Security" For Indonesia - Thursday, 29 September 2011 08:37
Hotspot: Bom Solo Tidak Membatalkan Sidang Asian Parliamentary Assembly - Wednesday, 28 September 2011 15:46
Hotspot: KPK Periksa Ali Mudhori dan Iskandar Pasajo - Thursday, 15 September 2011 11:55

Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, akan mendeportasi Tirana Hassan

User Rating:  / 0
PoorBest 

Surabaya - Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya memutuskan akan mendeportasi Tirana Hassan, peneliti asal Australia. Keputusan itu diambil setelah Tirana diperiksa penyidik sejak Selasa siang, 20 September 2011.

Dalam pemeriksaan itu Tirana didampingi aktivis hak asasi manusia Andreas Harsono. "Kami sudah memprosesnya dan telah melaporkan hasilnya ke pusat. Yang bersangkutan mengadakan riset tanpa izin, sehingga bisa dideportasi," kata juru bicara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur Cahyo Sejati.

Setelah diperiksa di kantor Imigrasi, Tirana dan Andreas dibawa ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur di Jalan Kayun, Surabaya, yang membawahkan kantor Imigrasi Tanjung Perak. Di tempat ini mereka masih menunggu lagi untuk proses administrasi.

Andreas telah dibebaskan oleh penyidik. Namun ia masih tetap mendampingi Tirana, selama warga negara asing itu diperiksa oleh interogator Imigrasi bernama Jaecky Gerung. Menurut sumber Tempo, pemeriksaan terhadap Tirana berganti-ganti pasal.

Awalnya dia diperiksa karena tidak dapat menunjukkan paspor yang diakui Tirana tertinggal di hotel. Namun materi pemeriksaan bergeser kepada penelitian Tirana yang dilakukan tanpa izin dan orang asing memasuki daerah terlarang.

Menurut Andreas, deportasi bukan solusi yang tepat dalam perkara ini. "Deportasi akan menciptakan kesan pemerintah menutup-nutupi kasus pelanggaran hak asasi manusia, toh Tirana memang hendak pulang ke negaranya," kata Andreas.

Andreas dan Tirana ditangkap petugas Polres Sampang, Senin lalu. Penangkapan berlangsung di Dusun Nangkernang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Peneliti dari Human Right Watch, sebuah LSM internasional yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat, itu sedang menelisik keberadaan minoritas Syiah di Indonesia.

Selama di kantor Kepolisian Resor Sampang, Andreas dan Tirana menjalani pemeriksaan selama sembilan jam. Karena tidak ada bukti tindak pidana yang dilakukan keduanya, akhirnya mereka diserahkan kepada pihak Imigrasi Surabaya. Penyerahan itu karena salah seorang peneliti, Tirana, berkewarganegaraan Australia dan paspornya ditinggalkan di penginapan.



TEMPO Interaktif,

KUKUH S. WIBOWO

Jelajah Negeri Lainnya

Menelusuri Jambi: Petualangan Romantisme Masa Lalu Berbalut Keindahan Masa Kini

Jambi mungkin tidak setenar tetangganya, Palembang yang belum lama menjadi tuan rumah perhelatan...

Read more...
Indahnya Bogor Menir yang Perawan

Indahnya Bogor Menir yang Perawan

WOW... keren. Keren banget. Beberapa anggota rombongan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)...

Read more...
Piramida Sadahurip lebih tua dari Piramida Giza

Piramida Sadahurip lebih tua dari Piramida Giza

Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam...

Read more...

PARU PARU KOTA Banyuwangi

Banyuwangi. Telah menjadi kebiasaan bahwa tiap-tiap pemimpin daerah dalam memajukan daerahnya menerapkan...

Read more...

Banyak Warga Menunda Permohonan Sertifikat

Banyuwangi. Dengan berbagai macam alasan, lama kelamaan semakin banyak warga yang kecewa...

Read more...

Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, akan mendeportasi Tirana Hassan

Surabaya - Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya memutuskan akan mendeportasi Tirana Hassan,...

Read more...
Andreas Harsono dan Peneliti Australi Di Tahan di Imigrasi Tg. Perak

Andreas Harsono dan Peneliti Australi Di Tahan di Imigrasi Tg. Perak

Bersama dengan Tirana Hassan, peneliti asal Australia, Andreas Harsono yang aktifis HAM dan...

Read more...

Warga Sukabumi Dukung Perda Pendidikan Islam

Sukabumi. Keberadaan peraturan daerah (Perda) tentang wajib belajar pendidikan Islam di Kabupaten...

Read more...

Karangasem Terima Bansos Kemenag 1.182.000.000

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH menyerahkan secara simbolis paket bantuan sosial Kemetrian...

Read more...
Disinyalir, Proyek Dermaga Pantai Boom Banyuwangi Muspro

Disinyalir, Proyek Dermaga Pantai Boom Banyuwangi Muspro

Lama kelamaan para nelayan yang biasa bongkar ikan di pelabuan boom Banyuwangi mengeluh dan...

Read more...
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com