Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hotspot: BI Setuju Kenaikan Harga BBM Bersubsidi - Thursday, 23 February 2012 12:20
Hotspot: Menteri Perindustrian komentari "Esemka" - Wednesday, 11 January 2012 09:57
Hotspot: 750 Personel Polri dan TNI Amankan Timika - Wednesday, 30 November 2011 12:05
Hotspot: Satu Lagi Korban Jembatan Kartanegara Ditemukan - Monday, 28 November 2011 10:00
Hotspot: Freeport Tawarkan Gaji Rp 12,7 juta/bulan - Wednesday, 23 November 2011 14:00
Hotspot: BI Keluarkan Kebijakan Lalu Lintas Devisa - Monday, 03 October 2011 15:31
Hotspot: Wujudkan "Internal Act Security" For Indonesia - Thursday, 29 September 2011 08:37
Hotspot: Bom Solo Tidak Membatalkan Sidang Asian Parliamentary Assembly - Wednesday, 28 September 2011 15:46
Hotspot: KPK Periksa Ali Mudhori dan Iskandar Pasajo - Thursday, 15 September 2011 11:55

Indahnya Bogor Menir yang Perawan

User Rating:  / 0
PoorBest 

WOW... keren. Keren banget. Beberapa anggota rombongan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Bogor berujar spontan ketika menyaksikan hamparan hijau persawahan dan panorama gunung.

Itulah Gunung Menir di bagian barat kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Tepatnya dekat Kampung Menir, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Gunung Menir serasa Kintamani, Bali, yang terkenal dengan keeksotisan hamparan persawahannya.

Decak takjub kembali terucap saat rombongan masuk Kampung Kiara Payung. Lokasinya berjarak sekitar 1 kilometer dari lanskap Gunung Menir yang menawan. Perkampungan masih asri. Tidak banyak rumah. Dominan hamparan sawah dilindungi pohon-pohon besar hutan Gunung Salak yang setiap saat diselimuti kabut.

Suasana kian romantis karena padi sudah menguning. Suara burung mencicit dan suara gogoprak (alat manual buatan petani) bertalu-talu mengusir burung. Gogoprak terbuat dari bambu mirip calung (alat seni Sunda). Tali panjang diikatkan pada satu tiang bambu.

Untuk mengusir burung, tali di bagian ujung tiang ditarik, keluarlah suara goprak... goprak... goprak. Burung pun beterbangan menjauh dari tanaman padi.

Satu jam terlalu singkat untuk menikmati suasana kawasan dengan duduk di galangan sawah atau di bale-bale rumah bambu sederhana. Guyuran hujan bahkan menjadi sensasi sendiri. Itulah keindahan.

Tidak ada yang bisa mengurangi artinya. Indah di pagi hari, sejuk di kala siang, dan romantis di sore hari. Bisa menyaksikan sunrise dan sunset.
Ketakjuban bertambah ketika tiba di penghujung Curug Ciparay. Dari pemukiman warga ke Curug Ciparay berjarak sekitar 1 kilometer. Meski harus berjalan kaki, kita tidak akan merasa capai karena udara sejuk dan keindahan menghampar di sekeliling.

Kawasan Gunung Menir dan Kampung Kiara Payung dengan Curug Ciparay-nya tergolong masuk daerah terpencil. Curug Ciparay memiliki ketinggian sekitar 50 meter dan berada di atas Curug Seribu di kawasan Gunung Salak Endah (GSE). Air Curug Ciparay yang jernih terus mengalir sampai jauh.

Belum banyak orang tahu akan keberadaan Curug Ciparay dengan pemandangan persawahan dan pegunungan eksotis. "Curug ini masih perawan, jarang orang ke sini," tutur penduduk setempat.

Saat ini baru ada satu tempat penginapan di kawasan Curug Ciparay dan Gunung Menir. Tempat itu diberi nama Bambu House. Ada 13 kamar tersedia dengan tarif Rp75 ribu untuk dua orang dan Rp50 ribu untuk satu orang per malam. Lokasi tempat penginapan berada di antara permukiman warga yang masih sedikit.


Memancing

Untuk masuk area Curug Ciparay dipungut biaya Rp5.000 per orang oleh pengurus RW. Uang yang terkumpul digunakan untuk memperbaiki infrastruktur. Berpemandangan menarik. Bisa memancing. Setiap pengunjung juga bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat dan ikut dalam aktivitas keseharian.

Menurut Nursin, salah seorang sesepuh di Kampung Kiara Payung, area Curug Ciparay dibuka pada 2005. ”Kami yang membuka area ini. Ini atas saran dan dorongan dari beberapa orang pramuwisata HPI Kota Bogor. Saat itu kami mengerahkan massa untuk membuka jalan,” terangnya.

Gunung Menir awalnya bernama Gunung Kelir. Namun karena warga Belanda, Nyungcing, menguasai tempat itu, Gunung Kelir kemudian disebut Gunung Menir.

Sule, 28, putra Nursin, punya cara untuk mengenalkan Curug Ciparay. Dia bersama adiknya mengambil gambar/merekam proses pembukaan jalur ke Curug Ciparay, keeksotisan Curug Ciparay, suasana Kampung Ciparay, dan pemandangan lanskap Gunung Menir.

Gambar-gambar itu dijadikan CD dan dijual ke pengunjung di tempat objek-objek wisata dan pasar. ”Kami jual Rp5.000 per CD. Saat itu lebih dari 1.000 CD terjual. Mulailah ada yang datang, terutama pelajar," urainya.

Ketua HPI Kota Bogor Bagus Karyanegara menyebutkan banyak objek wisata di Kota maupun Kabupaten Bogor belum tersentuh. "Karena itu kami menyurvei di mana saja potensi-potensi tujuan utama wisata. Objek wisata di kota maupun di kabupaten itu satu paket,” kata Bagus.

Resolusi yang digadang-gadang Bagus ialah menjadikan Bogor sebagai tujuan utama wisatawan, bukan lagi tempat transit seperti selama ini. Untuk mencapai target tersebut, banyak yang harus dibenahi bekerja sama dengan dinas pariwisata dan budaya setempat.

Selama ini pengunjung domestik maupun mancanegara hanya bertahan satu hari dan paling lama dua hari di Bogor. ”Setelah satu-dua hari, mereka pergi ke Pangandaran, Yogyakarta, Bali, Kalimantan, atau Sumatra. Jadi pramuwisata di sini harus lintas sektoral. Kalau land di sini, mereka tidak perlu keluar kota lagi. Di Bogor saja sudah cukup.”

Hasil survei HPI akan dikemas di website. Selanjutnya mereka mencetak banyak pamflet, brosur, peta, dan sebagian dititipkan di bandara. Pihaknya akan mencetak sebanyak 1 juta pamflet dalam sebulan agar tak putus-putus. "Tiga bulan ke depan akan dievaluasi. "Kami ingin minimal wisatawan bertahan tiga hari di Bogor seperti yang melancong ke Bali atau Yogya,” imbuhnya.(J-1)WOW... keren. Keren banget. Beberapa anggota rombongan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Bogor berujar spontan ketika menyaksikan hamparan hijau persawahan dan panorama gunung.

Itulah Gunung Menir di bagian barat kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Tepatnya dekat Kampung Menir, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Gunung Menir serasa Kintamani, Bali, yang terkenal dengan keeksotisan hamparan persawahannya.

Decak takjub kembali terucap saat rombongan masuk Kampung Kiara Payung. Lokasinya berjarak sekitar 1 kilometer dari lanskap Gunung Menir yang menawan. Perkampungan masih asri. Tidak banyak rumah. Dominan hamparan sawah dilindungi pohon-pohon besar hutan Gunung Salak yang setiap saat diselimuti kabut.

Suasana kian romantis karena padi sudah menguning. Suara burung mencicit dan suara gogoprak (alat manual buatan petani) bertalu-talu mengusir burung. Gogoprak terbuat dari bambu mirip calung (alat seni Sunda). Tali panjang diikatkan pada satu tiang bambu.

Untuk mengusir burung, tali di bagian ujung tiang ditarik, keluarlah suara goprak... goprak... goprak. Burung pun beterbangan menjauh dari tanaman padi.

Satu jam terlalu singkat untuk menikmati suasana kawasan dengan duduk di galangan sawah atau di bale-bale rumah bambu sederhana. Guyuran hujan bahkan menjadi sensasi sendiri. Itulah keindahan.

Tidak ada yang bisa mengurangi artinya. Indah di pagi hari, sejuk di kala siang, dan romantis di sore hari. Bisa menyaksikan sunrise dan sunset.
Ketakjuban bertambah ketika tiba di penghujung Curug Ciparay. Dari pemukiman warga ke Curug Ciparay berjarak sekitar 1 kilometer. Meski harus berjalan kaki, kita tidak akan merasa capai karena udara sejuk dan keindahan menghampar di sekeliling.

Kawasan Gunung Menir dan Kampung Kiara Payung dengan Curug Ciparay-nya tergolong masuk daerah terpencil. Curug Ciparay memiliki ketinggian sekitar 50 meter dan berada di atas Curug Seribu di kawasan Gunung Salak Endah (GSE). Air Curug Ciparay yang jernih terus mengalir sampai jauh.

Belum banyak orang tahu akan keberadaan Curug Ciparay dengan pemandangan persawahan dan pegunungan eksotis. "Curug ini masih perawan, jarang orang ke sini," tutur penduduk setempat.

Saat ini baru ada satu tempat penginapan di kawasan Curug Ciparay dan Gunung Menir. Tempat itu diberi nama Bambu House. Ada 13 kamar tersedia dengan tarif Rp75 ribu untuk dua orang dan Rp50 ribu untuk satu orang per malam. Lokasi tempat penginapan berada di antara permukiman warga yang masih sedikit.


Memancing

Untuk masuk area Curug Ciparay dipungut biaya Rp5.000 per orang oleh pengurus RW. Uang yang terkumpul digunakan untuk memperbaiki infrastruktur. Berpemandangan menarik. Bisa memancing. Setiap pengunjung juga bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat dan ikut dalam aktivitas keseharian.

Menurut Nursin, salah seorang sesepuh di Kampung Kiara Payung, area Curug Ciparay dibuka pada 2005. ”Kami yang membuka area ini. Ini atas saran dan dorongan dari beberapa orang pramuwisata HPI Kota Bogor. Saat itu kami mengerahkan massa untuk membuka jalan,” terangnya.

Gunung Menir awalnya bernama Gunung Kelir. Namun karena warga Belanda, Nyungcing, menguasai tempat itu, Gunung Kelir kemudian disebut Gunung Menir.

Sule, 28, putra Nursin, punya cara untuk mengenalkan Curug Ciparay. Dia bersama adiknya mengambil gambar/merekam proses pembukaan jalur ke Curug Ciparay, keeksotisan Curug Ciparay, suasana Kampung Ciparay, dan pemandangan lanskap Gunung Menir.

Gambar-gambar itu dijadikan CD dan dijual ke pengunjung di tempat objek-objek wisata dan pasar. ”Kami jual Rp5.000 per CD. Saat itu lebih dari 1.000 CD terjual. Mulailah ada yang datang, terutama pelajar," urainya.

Ketua HPI Kota Bogor Bagus Karyanegara menyebutkan banyak objek wisata di Kota maupun Kabupaten Bogor belum tersentuh. "Karena itu kami menyurvei di mana saja potensi-potensi tujuan utama wisata. Objek wisata di kota maupun di kabupaten itu satu paket,” kata Bagus.

Resolusi yang digadang-gadang Bagus ialah menjadikan Bogor sebagai tujuan utama wisatawan, bukan lagi tempat transit seperti selama ini. Untuk mencapai target tersebut, banyak yang harus dibenahi bekerja sama dengan dinas pariwisata dan budaya setempat.

Selama ini pengunjung domestik maupun mancanegara hanya bertahan satu hari dan paling lama dua hari di Bogor. ”Setelah satu-dua hari, mereka pergi ke Pangandaran, Yogyakarta, Bali, Kalimantan, atau Sumatra. Jadi pramuwisata di sini harus lintas sektoral. Kalau land di sini, mereka tidak perlu keluar kota lagi. Di Bogor saja sudah cukup.”

Hasil survei HPI akan dikemas di website. Selanjutnya mereka mencetak banyak pamflet, brosur, peta, dan sebagian dititipkan di bandara. Pihaknya akan mencetak sebanyak 1 juta pamflet dalam sebulan agar tak putus-putus. "Tiga bulan ke depan akan dievaluasi. "Kami ingin minimal wisatawan bertahan tiga hari di Bogor seperti yang melancong ke Bali atau Yogya,” imbuhnya.(am/aw/ads)

Jelajah Negeri Lainnya

Menelusuri Jambi: Petualangan Romantisme Masa Lalu Berbalut Keindahan Masa Kini

Jambi mungkin tidak setenar tetangganya, Palembang yang belum lama menjadi tuan rumah perhelatan...

Read more...
Indahnya Bogor Menir yang Perawan

Indahnya Bogor Menir yang Perawan

WOW... keren. Keren banget. Beberapa anggota rombongan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)...

Read more...
Piramida Sadahurip lebih tua dari Piramida Giza

Piramida Sadahurip lebih tua dari Piramida Giza

Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam...

Read more...

PARU PARU KOTA Banyuwangi

Banyuwangi. Telah menjadi kebiasaan bahwa tiap-tiap pemimpin daerah dalam memajukan daerahnya menerapkan...

Read more...

Banyak Warga Menunda Permohonan Sertifikat

Banyuwangi. Dengan berbagai macam alasan, lama kelamaan semakin banyak warga yang kecewa...

Read more...

Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, akan mendeportasi Tirana Hassan

Surabaya - Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya memutuskan akan mendeportasi Tirana Hassan,...

Read more...
Andreas Harsono dan Peneliti Australi Di Tahan di Imigrasi Tg. Perak

Andreas Harsono dan Peneliti Australi Di Tahan di Imigrasi Tg. Perak

Bersama dengan Tirana Hassan, peneliti asal Australia, Andreas Harsono yang aktifis HAM dan...

Read more...

Warga Sukabumi Dukung Perda Pendidikan Islam

Sukabumi. Keberadaan peraturan daerah (Perda) tentang wajib belajar pendidikan Islam di Kabupaten...

Read more...

Karangasem Terima Bansos Kemenag 1.182.000.000

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH menyerahkan secara simbolis paket bantuan sosial Kemetrian...

Read more...
Disinyalir, Proyek Dermaga Pantai Boom Banyuwangi Muspro

Disinyalir, Proyek Dermaga Pantai Boom Banyuwangi Muspro

Lama kelamaan para nelayan yang biasa bongkar ikan di pelabuan boom Banyuwangi mengeluh dan...

Read more...
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com