Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hotspot: BI Setuju Kenaikan Harga BBM Bersubsidi - Thursday, 23 February 2012 12:20
Hotspot: Menteri Perindustrian komentari "Esemka" - Wednesday, 11 January 2012 09:57
Hotspot: 750 Personel Polri dan TNI Amankan Timika - Wednesday, 30 November 2011 12:05
Hotspot: Satu Lagi Korban Jembatan Kartanegara Ditemukan - Monday, 28 November 2011 10:00
Hotspot: Freeport Tawarkan Gaji Rp 12,7 juta/bulan - Wednesday, 23 November 2011 14:00
Hotspot: BI Keluarkan Kebijakan Lalu Lintas Devisa - Monday, 03 October 2011 15:31
Hotspot: Wujudkan "Internal Act Security" For Indonesia - Thursday, 29 September 2011 08:37
Hotspot: Bom Solo Tidak Membatalkan Sidang Asian Parliamentary Assembly - Wednesday, 28 September 2011 15:46
Hotspot: KPK Periksa Ali Mudhori dan Iskandar Pasajo - Thursday, 15 September 2011 11:55

Menelusuri Jambi: Petualangan Romantisme Masa Lalu Berbalut Keindahan Masa Kini

User Rating:  / 1
PoorBest 

Jambi mungkin tidak setenar tetangganya, Palembang yang belum lama menjadi tuan rumah perhelatan olah raga tebesar se Asia Tenggara. Walaupun tidak setenar Palembang, namun Jambi memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Keanekaragaman yang dimiliki Jambi berpadu dengan keramahan penduduk dan kearifan lokal yang mereka miliki dalam mengelola sumberdaya hayati.

Pada masa lalu, Jambi pun memiliki daya pikat tersendiri. Lekukan aliran sungai Batanghari yang mengalir dengan gemulai menyisiri kota Jambi. Sungai ini menjadi urat nadi kehidupan di Jambi tempo dulu, bahkan mungkin sampai sekarang. Batangari tidak saja menjadi alur utama perdagangan dan transportasi melainkan juga tempat di mana sebagian penduduk mencari sumber penghidupan.

Dengan luas Provinsi Jambi 53.435 km2 dan jumlah penduduk 3.088.618 jiwa pada tahun 2010, Jambi sedang bergeliat membangun negeri. Di sudut-sudut jalan protokol maupun di jalan sempit akan terlihat antusiasme masyarakat dalam membangun daerah. Mereka bersemangat dan tampak ceria menjalani aktifitas harian.

Jambi pun digadang-gadang sebagai salah satu propinsi yang memiliki kekayaan minyak bumi cukup melimpah. Seperti minyak bumi. Cadangan minyak bumi Provinsi Jambi sebesar 1.270,96 juta m3. Cadangan minyak bumi antara lain terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, struktur Kenali Asam, Kecamatan Jambi Luar Kota dan Kabupaten Batanghari. Selain itu cadangan gas bumi Provinsi Jambi sebesar 3.572,44 milyar m3. Cadangan tersebut sebagian besar terdapat di Struktur Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Muara Jambi dengan jumlah cadangan 2.185,73 milyar m3. Cadangan batubara Provinsi Jambi sebesar 18 juta ton, yang merupakan batubara kelas kalori sedang yang cocok digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Cadangan terbesar dijumpai di Kabupaten Muara Bungo.

Salah satu keunggulan lain dari Jambi adalah perkebunan. Praktek perkebunan sudah lama ada di Jambi, bahkan pengusaha Jambi menyumbangkan helikopter untuk presiden RI pertama untuk menunjang aktifitas kepresidenan. Sekarang komoditas perkebunan yang sangat dominan adalah Karet dan Kelapa Sawit. Di hampir pelosok ditemui perkebunan karet dan sawit. Namun ironisnya, pemilik kebun bukan lagi masyarakat Jambi melainkan pemodal-pemodal yang ada di Jakarta bahkan Malaysia.

Perkebunan di Jambi pernah mengalami masa jaya. Saat itu, perkebunan masih dikelola oleh penduduk. Kemakmuran jelas dirasakan oleh masyarakat Jambi. Ini tergambar dari aktifitas keseharian masyarakat yang terekam dalam jawaban sepele atas sebuah pertanyaan hendak kemano? Mereka akan menjawab tidak kemana-mana. Ya walaupun mereka tidak kemana-mana tetapi cadangan pangannya sudah cukup untuk satu tahun bahkan lebih. Jawaban berbeda akan ditemui pada masyarakat Jawa yang menjawab akan ke sawah atau bekerja.

Di Jambi juga terdapat salah satu warisan masa lalu yang penting. Candi muarajambi. Situs percandian ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Di duga oleh beberapa kalangan candi ini sebagai pusat dari kerajaan Sriwijaya, mengingat sampai sekarang pusat dari kerajaan Sriwijaya belum ditemukan. Palembang yang mengklaim sebagai pusat kerajaan Sriwijaya juga tidak memiliki situs arkeologis yang mendukung untuk itu. Letaknya yang dekat dengan sungai Batanghari memang memungkinkan situs ini pada masa lalu sebagai pusat kerajaan.   

Etnis melayu adalah salah satu etnis penting di Indonesia, bahkan bahasa dari etnis ini menjadi bahasa resmi negara. Selain itu juga etnis melayu memainkan peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sebagai entitas bangsa. Etnis melayu menurut beberapa kalangan bepusat di Jambi, mengingat di daerah ini terdapat kerajaan besar yang dikenal dengan kerajaan Melayu. Bahkan di Kerinci ditemukan aksara kuno.

Islam dan Masyarakat Jambi

Kalau benar pusat kerajaan Sriwijaya berada di Jambi, maka Jambi merupakan jalur penting bagi persebaran agama Islam di Indonesia. Dalam sejarah diketahui bahwa Puteri Champa melahirkan anaknya (dari Brawijaya V) di Palembang (Sriwijaya/Kerajaan Melayu) yang kelak anak ini menjadi tokoh penting pada perkembangan Islam di Jawa. Anak Puteri Champa dengan Barawijaya ini adalah Raden Fatah, pendiri kerajaan Islam Demak. Kerajaan Islam pertama di Jawa.

Bila pusat kerajaan Sriwijaya itu di jambi, maka berarti juga Puteri Champa menetap di Jambi dan Raden Fatah lahir di Jambi, bukan Palembang. Jika demikian adanya, maka Jambi berperan penting dalam proses islamisasi di Nusantara. Tidak saja sebagi perlintasan melainkan juga tempat lahirkan peradaban Islam itu sendiri.

Sampai saat ini, Islam menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Jambi. Ada ungkapan bahwa adat bersandi syara’ dan syara bersandi kitabullah. Ungkapan ini bukan hanya milik Minang melainkan juga di Jambi cukup dikenal. Ungkapan ini menyiratkan bahwa Islam menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Jambi, dan nuansa keislmanan pun dapat ditemui di sudut-sudut sempit kota Jambi dan di tempat terjauh pedalaman Jambi.

Bagi masyarakat Jambi, Islam tidak saja sebagai agama yang berisi aturan-aturan atau norma melainkan juga sebagai spirit membangun tradisi baru. Di banyak segi kehidupan dan aktifitas harian masyarakat jambi, islam menjadi spirit pendorong langkah. Islam sudah menjadi sistem kognitif masyarakat Jambi yang darinya aktifitas masyarakat lahir.

Nuansa keteduhan agama Islam sudah merasuk dan menjadi bagian integral dari masyarakat Jambi, bahkan mungkin Islam sudah menjadi identitas Jambi dalam evolusi kebudayaannya. Dalam etika pergaulan, etika politik, bahkan etika yang paling pribadi pun warna Islam terlihat jelas dalam pantun-pantun yang biasa didendangkan oleh masyarakat.

Selain kaya akan ragam jenis tarian, musik, dan tradisi-tradisi adat. Jambi juga terkenal akan pantunnya. Masyarakat pandai dan lincah bertutur melalui pantun. Ungkapan senang, sedih, duka, atau ketidak sukaan terhadap orang atau keadaan diekspresikan melalui pantun, termasuk juga pedoman hidup. Apapun bisa dipantunkan oleh orang Jambi. Pergilah ke Jambi dan bergaullah dengan orang-orangnya maka tidak lama kita mengobrol akan keluar pantun, dan disusul dengan pantun lainnya.

 

Menikmati Masa Kini Menerawang Masa lalu

Di daerah yang dikenal sebagai tanggo rajo, berada tidak jauh dari pasar angso duo, terdapat sebuah tempat yang menarik. Orang Jambi menyebutnya dengan Ancol. Di tepian sungai Batanghari ini masyarakat biasa berkumpul bersama keluarga, kerabat, teman, atau pasangan. Disaat kita menikmati kuliner ringan, seperti jagung bakar, air tebu, atau kopi khas Jambi, maka disaat bersamaan mata juga disuguhi pandangan yang elok, matahari berlahan terbenam. Perubahan pijarnya memperindah liukan sungai Batanghari. Dari terang berlahan meredup menambah kesyahduan suasana.

Mereka yang datang ke tempat ini pun tampak bercengkrama dengan hangat, bersenda gurau. Ya obrolan di sini mula dari gosip politik di Jambi sampai pada curhat-an yang sifatnya pribadi. Di temani jagung bakar obrolan menjadi kian asyik. Duduk di tempat ini akan membuat waktu seolah berhenti, padahal waktu berjalan dengan cepat. Tak terasa, ketika satu potong jagung bakar telah habis atau satu gelas kopi telah habis, maka itu berarti sudah dua jam kita duduk-duduk di tempat tersebut.

Ada satu lagi kuliner khas Jambi. Tempoyak. Kuliner yang berasal dari fermentasi dari durian lokal yang kemudian diolah menjadi makanan akan terasa nikmat sekali. Bila dibuat gulai ikan toman sejenis gabus., manis, asem, dan legit menyatu memperkuat rasa. Kuah tempoyak yang tidak tidak encer dan juga tidak terlalu kental makin berasa nikmat dan segar berbaur dengan rasa pedas.

Sungguh suatu penjelajahan yang sangat berarti dalam usaha lebih mengenal budaya Indonesia.

 

 Oleh Mohammad Fathi Royyani, Peniliti LIPI

Jelajah Negeri Lainnya

Menelusuri Jambi: Petualangan Romantisme Masa Lalu Berbalut Keindahan Masa Kini

Jambi mungkin tidak setenar tetangganya, Palembang yang belum lama menjadi tuan rumah perhelatan...

Read more...
Indahnya Bogor Menir yang Perawan

Indahnya Bogor Menir yang Perawan

WOW... keren. Keren banget. Beberapa anggota rombongan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)...

Read more...
Piramida Sadahurip lebih tua dari Piramida Giza

Piramida Sadahurip lebih tua dari Piramida Giza

Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam...

Read more...

PARU PARU KOTA Banyuwangi

Banyuwangi. Telah menjadi kebiasaan bahwa tiap-tiap pemimpin daerah dalam memajukan daerahnya menerapkan...

Read more...

Banyak Warga Menunda Permohonan Sertifikat

Banyuwangi. Dengan berbagai macam alasan, lama kelamaan semakin banyak warga yang kecewa...

Read more...

Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, akan mendeportasi Tirana Hassan

Surabaya - Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya memutuskan akan mendeportasi Tirana Hassan,...

Read more...
Andreas Harsono dan Peneliti Australi Di Tahan di Imigrasi Tg. Perak

Andreas Harsono dan Peneliti Australi Di Tahan di Imigrasi Tg. Perak

Bersama dengan Tirana Hassan, peneliti asal Australia, Andreas Harsono yang aktifis HAM dan...

Read more...

Warga Sukabumi Dukung Perda Pendidikan Islam

Sukabumi. Keberadaan peraturan daerah (Perda) tentang wajib belajar pendidikan Islam di Kabupaten...

Read more...

Karangasem Terima Bansos Kemenag 1.182.000.000

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH menyerahkan secara simbolis paket bantuan sosial Kemetrian...

Read more...
Disinyalir, Proyek Dermaga Pantai Boom Banyuwangi Muspro

Disinyalir, Proyek Dermaga Pantai Boom Banyuwangi Muspro

Lama kelamaan para nelayan yang biasa bongkar ikan di pelabuan boom Banyuwangi mengeluh dan...

Read more...
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com