Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hotspot: BI Setuju Kenaikan Harga BBM Bersubsidi - Thursday, 23 February 2012 12:20
Hotspot: Menteri Perindustrian komentari "Esemka" - Wednesday, 11 January 2012 09:57
Hotspot: 750 Personel Polri dan TNI Amankan Timika - Wednesday, 30 November 2011 12:05
Hotspot: Satu Lagi Korban Jembatan Kartanegara Ditemukan - Monday, 28 November 2011 10:00
Hotspot: Freeport Tawarkan Gaji Rp 12,7 juta/bulan - Wednesday, 23 November 2011 14:00
Hotspot: BI Keluarkan Kebijakan Lalu Lintas Devisa - Monday, 03 October 2011 15:31
Hotspot: Wujudkan "Internal Act Security" For Indonesia - Thursday, 29 September 2011 08:37
Hotspot: Bom Solo Tidak Membatalkan Sidang Asian Parliamentary Assembly - Wednesday, 28 September 2011 15:46
Hotspot: KPK Periksa Ali Mudhori dan Iskandar Pasajo - Thursday, 15 September 2011 11:55

Seni Memperoleh Tempat Berkembang di Keraton

User Rating:  / 0
PoorBest 

Berbagai ragam kesenian berkembang di lingkungan keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Para pujangga terlahir seiring dengan kreativitas yang mendapat dukungan penuh dari Sultan sebagai raja. Bukan itu saja dalam perkembangan selanjutnya seni merambah ke seluruh penjuru negeri melintasi batas-batas tembok keraton

DI bidang seni sastra sebut misalnya Serat Ambiya, Serat Muhammad, Serat Tajus Salatin dan sederet naskah seni sastra yang mendasarkan kepada ajaran Islam. Meski sebatas di dalam perpustakaan keraton dan berserakan dalam bentuk manuskrip namun memberi khasanah naskah berciri khas Islam.

Sedangkan dalam bentuk seni suara berkembang misalnya seni Macapat, Langen Swara, Shalawatan. Ragam kesenian ini lebih populer di masyarakat selain berkembang di dalam tembok keraton. Seni suara member warna dalam kehidupan di masyarakat luas sehingga mudah dikenali dan ditemukan di berbagai kelompok masyarakat. Sebagaimana seni kaligrafi di bangunan masjid dan kraton.

Seni musik memiliki kharakteristik campuran, selain hidup di lingkungan kraton juga taersebar di masyarakat. Gamelan sekaten dan seni pedalangan serta tokoh punokawan dalam pewayangan. Semuanya mudah ditemukan di masyarakat meski bersumber dari dalam kraton sehingga menjadi kolaborasi yang baik dalam perkembannya di masa-masa selanjutnya.

Peradaban Islam bersumber dari ajaran dan teladan Nabi Muhammad SAW. Hikmah Kenabian mengajarkan, bahwa kekuasaan itu memang digilirkan antarbangsa Hanya dengan kepemimpinan yang berorientasi menjadi teladan dan melayani rakyatnya prinsip pamong, suatu Bangsa akan menjadi besar.

Pelajaran sejarah dari masa pembentukan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menyatukan antara rakyat dan raja dan memiliki tradisi bersatu sejak zaman perjuangan Panembahan Senopati. Hal hal itu terjadi lagi khususnya di masa perjuangan merebut kemerdekaan, Sultan HB IX berjuang bersama rakyatnya.

Demikian juga, antara budaya dan agama Islam telah senafas, dengan penonjolan pada simbol budaya Jawa. Dalam budaya Yogyakarta, dapat di mulai dari mengerti kaedah kehidupan dasar dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta Prinsip rukun, untuk mewujudkan dan mempertahankan masyarakat dalam keadaan yang harmonis tenang, selaras, tentram, bersatu saling membantu.

Prinsip hormat memainkan peran yang besar dalam mengatur pola interaksi sosial masyarakat Jawa. Rasa saling menghormati ini memiliki peran yang besar dalam masyarakat Yogyakarta.

Selain dua kaedah dasar diatas, masyarakat Yogyakarta memiliki beberapa nilai yang menjadi pegangan dalam kehidupannya. Nrimo, mensyukuri kepada apa yang telah diperoleh, dan jika terjadi sesuatu halangan setelah diusahakan, maka mereka nrimo atau pasrah kepada Allah, menyadari sudah menjadi kehendaknya (nrimo ing pandum). Menurut ajaran Islam, sikap mensyukuri karunia Allah SWT, merupakan kewajiban bagi seorang hamba, dan Allah SWT akan memberikan berkah karunia yang lebih banyak dimasa mendatang.

Sabar Sing Sabar Subur, artinya orang yang sabar itu akan mendapatkan kesejahteraan dan keselamatan. Dalam menyelesaikan masalah tidak boleh gegabah, dalam mengusahakan sesuatu tidak nggege mangsa, menurut prosedur yang benar, dilakukan dengan penuh kesabaran.

Gotong royong, nilai kebersamaan yang saling peduli, saling membantu meringankan beban dalam kehidupan bermasyarakat. Ajaran gotong royong ini, dapat ditelusuri dari ajaran Islam, yang menganjurkan,”Bertolong-tolonglah kamu dalam perbuatan baik berdasarkan takwa”.

Takwa di masyarakat Jawa, takwa merupakan pakaian dalam kehidupan, yaitu diajarkan dekat dengan Allah SWT. Dengan mentaati perintah dan larangan-Nya. Takwa ini disimbolkan dengan baju takwo.
Rembug bareng, dalam memutuskan sesuatu yang mengandung harkat, kepentingan orang banyak selalu diadakan rembug bareng, sering juga disebut rembug deso. Hal ini sinonim dengan ajaran Islam, yang diadopsi bangsa Indonesia, yakni musyawarah.
Teposeliro, memahami dan menghormati perasaan orang lain, dalam rangka menjaga persaudaraan, dan menjauhkan dari segala macam konflik. Tepa-slira dalam ajaran Islam, dikenal denga istilah tafahum saling memahami dalam perbedaan atau dalam bahasa Indonesia disebut toleran.

Ojo dumeh. Dilarang berbuat kibir (takabur atau sombong), dan merendahkan orang lain. Dalam budaya politik, ada beberapa segi budaya politik Yogyakarta yang bisa dikembangkan sebagai khasanah budaya demokrasi Yogyakarta. Seperti : pejabat negara mendapatkan status sebagai Pamong sama dengan Pangon yang artinya penggembala. Makna yang terkandung di dalamnya ialah pejabat negara sebagai pelayan ummat, yang melindungi, mengusahakan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Zaman dulu tidak menggunakan kata pemerintah yang berkonotasi tukang perintah. Sesungguhnya istilah pamong lebih tepat untuk budaya Yogyakarta sinonim dengan kata ro’in yang berarti penggembala atau mengelola.

Sifat budaya masyarakat Yogyakarta, yang telah mengakar, dan senafas dengan ajaran Islam. Islam, sebagai dasar nilai budaya masyarakat Yogyakarta. Tentu saja diperlukan kajian lebih lanjut untuk merumuskan nilai dan budaya masyarakat Yogyakarta yang dinamis, secara komprehensif.

Pangeran Mangkubumi pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Putra Amangkurat IV seorang pejuang yang taat beragama., Shalat lima waktu tidak pernah ditinggalkan, gemar mengaji bahkan hafal sebagian ayat-ayat Al- Qur’an, dan melakukan puasa senin dan kamis, peduli pada fakir miskin, kaum yang lemah di pedesaan (Serat Cebolek).

Ketika Perang melawan Belanda, Pangeran Mangkubumi selalu membuat mushola, di pos-pos pasukannya di pedesaan. Mushola itu difungsikan untuk jama’ah shalat fardlu, juga untuk menshalatkan para syuhada yang gugur dalam perjuangan.

Setelah Perjanjian Giyanti, Panembahan Senopati, dinobatkan menjadi Sri Sultan Hamengkubuwono I, dengan gelar, Sri Sultan Hamengkubuwana Senopati Ing Ngalaga Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ing Ngayogyakarta.

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sejak berdiri sebagai kerajaan Islam. Hal ini jelas tercantum dalam dari gelar yang disandang raja, juga dari simbol-simbol yang dicantumkan dalam bangunan fisik maupun karya sastranya, serta upacara-upacara budaya yang bernafaskan Islam.

Kraton menghidupkan tuntunan Islam (Syari’at), yaitu antara lain menjalankan hukum Islam dengan membuat Mahkamah Al Kaburoh di Serambi Masjid Gedhe Kauman, membuat Masjid Kerajaan (Masjid Gedhe), Juga membuat Masjid Pathok Negara (batas negara agung/IbuKota), dilengkapi tanah perdikan (mirip tanah wakaf) untuk pesantren.

Dibangun pula Masjid Panepen (untuk nenepi/i’tikaf) Sultan, letaknya didalam Keraton. Masjid Suronoto untuk Sholat para abdi dalem letaknya di Keben. Selain masjid, dalam struktur kraton juga terdapat pejabat yang mengurusi perkembangan agama Islam, yang dikepalai penghulu keraton, dibantu kaji selusinan, dan para ketib.
Keraton Yogya juga menghidupkan upacara-upacara budaya yang bernafaskan Islam, yang dirintis sejak Zaman Kerajaan Demak dan Mataram Islam. Seperti: Sekaten, Gerebeg Mulud (untuk memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW); Grebeg Syawal dan Silahturahmi Sultan dengan Rakyat ( Untuk menyambut Idul Fitri); Grebeg Besar (memperingati Hari Raya Idul Adha); tidak lupa Sultan membagikan Zakat Fitrah dan Hewan Qurban.

Keturunan Sultan, Sentana Dalem bila akan menikah harus dengan sesama Muslim. Pernikahan dan pembagian waris di Kraton juga menggunakan hukum Islam. Di dalam lingkungan benteng Keraton (njeron benteng) tidak boleh ada warga asing China, dan tidak diperbolehkan berdiri tempat ibadah kecuali hanya masjid. Awalnya setiap Jum’at Kliwon, Sultan khutbah di Masjid Gedhe, dan juga tidak dilarang ibadah haji.

Penjajah Belanda mencurigai patriotik melawan Belanda terpengaruh ibadah haji bagi. Sejak itu Sultan dilarang beribadah haji. Selain itu, Sultan juga dibatasi untuk sholat di Masjid Gedhe, tidak boleh khutbah, dalam rangka memisahkan silahturahmi dan kharisma dengan rakyatnya. Terhadap karyatulis resmi kerajaan, mendapatkan sensor ketat, sehingga mematikan kreativitas para pujangga keraton. (djo)

Rehat Lainnya

Negeri 5 Menara; Man Jadda Wajada

Negeri 5 Menara; Man Jadda Wajada

Jakarta. Man jadda wajada alias siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil,...

Read more...
Mobil Nasional Dan Nama-nama Hewan

Mobil Nasional Dan Nama-nama Hewan

Produk unggulannya diberi nama Fin Komodo. "FIN itu singkatan dari Formula Indonesia. Nah...

Read more...
Presiden SBY Mantu Di Cipanas

Presiden SBY Mantu Di Cipanas

CIANJUR. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyelenggarakan pernikahan putera keduanya...

Read more...
Akad Nikah Ibas-Aliya Lalu Lintas Cipanas mulai Padat

Akad Nikah Ibas-Aliya Lalu Lintas Cipanas mulai Padat

CIPANAS. Lalu lintas kawasan Cipanas khususnya di sekitar Istana Cipanas sekitar pukul 08:00...

Read more...
Mempelai Kenakan Pakaian Warisan Sultan HB VII

Mempelai Kenakan Pakaian Warisan Sultan HB VII

Pasangan calon pengantin KPH Yudanegara (Achmad Ubaidillah) dengan GKR Bendara (Jeng Reni),...

Read more...
Pendidikan Anak dalam Pandangan Rasulullah Saw

Pendidikan Anak dalam Pandangan Rasulullah Saw

Dalam kehidupan rumah tangga, salah satu masalah terpenting yang harus diperhatikan secara...

Read more...
Nilai Bekerja dan Menghargai Pekerja

Nilai Bekerja dan Menghargai Pekerja

Kepribadian dan kemuliaan diri dapat terbangun dengan upaya dan kerja. Siapa yang ingin menjadi...

Read more...

Kisah Bijak Para Sufi: Raksasa dan Sufi

Seorang Guru Sufi sedang berkelana seorang diri melewati daerah pegunungan yang tandus, tiba-tiba...

Read more...

Seni Memperoleh Tempat Berkembang di Keraton

Berbagai ragam kesenian berkembang di lingkungan keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat....

Read more...

Hikmah Idul Fitri, Belajar Memahami Perbedaan

ALHAMDULILLAH, Idul Fitri telah berlalu. Dengan segala hiruk-pikuk “hisab“ dan “ru’yat”,...

Read more...
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com