Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hotspot: BI Setuju Kenaikan Harga BBM Bersubsidi - Thursday, 23 February 2012 12:20
Hotspot: Menteri Perindustrian komentari "Esemka" - Wednesday, 11 January 2012 09:57
Hotspot: 750 Personel Polri dan TNI Amankan Timika - Wednesday, 30 November 2011 12:05
Hotspot: Satu Lagi Korban Jembatan Kartanegara Ditemukan - Monday, 28 November 2011 10:00
Hotspot: Freeport Tawarkan Gaji Rp 12,7 juta/bulan - Wednesday, 23 November 2011 14:00
Hotspot: BI Keluarkan Kebijakan Lalu Lintas Devisa - Monday, 03 October 2011 15:31
Hotspot: Wujudkan "Internal Act Security" For Indonesia - Thursday, 29 September 2011 08:37
Hotspot: Bom Solo Tidak Membatalkan Sidang Asian Parliamentary Assembly - Wednesday, 28 September 2011 15:46
Hotspot: KPK Periksa Ali Mudhori dan Iskandar Pasajo - Thursday, 15 September 2011 11:55

Mempelai Kenakan Pakaian Warisan Sultan HB VII

User Rating:  / 0
PoorBest 

Pasangan calon pengantin KPH Yudanegara (Achmad Ubaidillah) dengan GKR Bendara (Jeng Reni), Jumat (7/10/2011) saat mengelilingi kompleks Keraton Yogyakarta, tempat mereka nantinya merayakan sebagian prosesi upacara pernikahan.

Jogjakarta. Putri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, dan pasangannya, Achmad Ubaidillah alias Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara, akan mengenakan perhiasan warisan Sultan Hamengku Buwono VII pada upacara adat panggih serta resepsi pernikahan, Selasa (18/10/2011).

Kedua mempelai juga akan memakai kain batik bermotif semen rojo yang merupakan warisan turun-temurun Keraton Yogyakarta. Seluruh ritual dalam pernikahan ini akan dijalankan sesuai pakem atau tata aturan warisan keraton.

Dua hari sebelum rangkaian ritual pernikahan dimulai, seluruh perhiasan dan busana pengantin telah siap. Bahkan, sebanyak 18 perias yang dipimpin perias pengantin tradisional kondang, Tienuk Riefki, telah hadir di Keraton Kilen, Yogyakarta.

"Kedua pengantin akan mengenakan perhiasan keraton yang menjadi warisan turun-temurun sejak zaman Sultan HB VII. Ini merupakan perhiasan keramat Keraton Yogyakarta. Pakaian keduanya dirancang persis dengan model pakaian pernikahan keraton di era Sultan HB VII," kata Tienuk, saat mempersiapkan perlengkapan baju dan rias pengantin, Kamis (13/10/2011) di Keraton Kilen, Yogyakarta.

Dalam upacara adat panggih, kirab, dan resepsi, pengantin putri akan mengenakan perhiasan keramat keraton yang dinamakan rojo keputren, mulai dari cundhuk menthul, pethat gunungan, penthung, subang royok, sangsangan sungsum, gelang kono, dan slepe. pengantin putra akan menggunakan sumping ron mangkoro, pethat menthul satu, dan karset.

"Sejak awal, GKR Bendara menginginkan upacara pernikahan dilakukan sesuai adat keraton yang dahulu dilakukan. Upacara yang dipilih akhirnya tata upacara adat keraton pada zaman Sultan HB VII karena dokumentasi ritual serta perlengkapan pernikahan pada periode ini masih ada," kata Tienuk.

Mulai 16 Oktober sampai 19 Oktober 2011, ritual pernikahan akan dimulai dengan upacara nyantri (16 Oktober), kemudian siraman (17 Oktober), lalu akad nikah, upacara panggih, kirab pengantin, dan resepsi (18 Oktober), kemudian terakhir upacara pamitan (19 Oktober).

Dari berbagai upacara itu, upacara yang dikhususkan bagi masyarakat umum Yogyakarta adalah kirab pengantin dari Keraton Yogyakarta menuju Kepatihan (Kantor Gubernur DIY).

Kirab pengantin yang awalnya direncanakan menggunakan Kyai Jatayu, akhirnya diganti menggunakan Kyai Jong Wiyat. Bentuk kereta Kyai Jong Wiyat yang lebih terbuka, memudahkan masyarakat umum untuk melihat langsung kedua pengantin dibandingkan dengan kereta Kyai Jatayu yang agak tertutup.

Selama ritual pernikahan, kedua mempelai akan dirias dengan berbagai macam model, antara lain tata rias pengantin Yogyakarta paes ageng (saat upacara panggih), tata rias paes ageng jangan menir dengan kebaya warna merah maron (saat kirab), dan tata rias pengantin Yogyakarta paes ageng jangan menir dengan kebaya warna hitam blenggen burdiran (saat resepsi). Pada saat resepsi, pengantin pria akan mengenakan busana sikepan burdiran warna hitam.

Pernikahan GKR Bendara dan KPH Yudanegara melibatkan 18 perias, terdiri atas 14 perias putri dan 4 perias laki-laki. Para perias ini sudah siap di Keraton Yogyakarta sejak dua hari sebelum pernikahan.

Duplikat batik keraton

Khusus untuk penyediaan kain batik bagian luar atau dhodhotan untuk keperluan tata rias paes ageng, permaisuri  GKR Hemas memesan batik tulis dari perancang busana sekaligus pembatik Afif Syakur. "Saya diminta GKR Hemas untuk membuat duplikat kain batik motif semen rojo, yang merupakan warisan Keraton Yogyakarta turun-temurun yang khusus digunakan untuk upacara pernikahan," kata Afif.

Pembuatan batik semen rojo membutuhkan waktu 9 bulan, dengan warna tunggal biru tua berhiaskan prada emas. Pembuatan kain batik ini relatif sulit karena bermotif rumit sekaligus berukuran lebar. Kain batik untuk pengantin putri berukuran 2 meter x 4,5 meter dan pengantin putra 2,5 meter x 4,5 meter.

"Sama seperti batik-batik keraton lainnya, motif batik ini berisikan doa-doa dan harapan-harapan. Kain batik semen rojo memiliki gambar yang berisi konsep tentang kehidupan manusia, seperti kelahiran, keharmonisan kehidupan manusia, hingga bagaimana menjadi pemimpin yang bijak," papar Tienuk.(Red.)

Rehat Lainnya

Negeri 5 Menara; Man Jadda Wajada

Negeri 5 Menara; Man Jadda Wajada

Jakarta. Man jadda wajada alias siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil,...

Read more...
Mobil Nasional Dan Nama-nama Hewan

Mobil Nasional Dan Nama-nama Hewan

Produk unggulannya diberi nama Fin Komodo. "FIN itu singkatan dari Formula Indonesia. Nah...

Read more...
Presiden SBY Mantu Di Cipanas

Presiden SBY Mantu Di Cipanas

CIANJUR. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyelenggarakan pernikahan putera keduanya...

Read more...
Akad Nikah Ibas-Aliya Lalu Lintas Cipanas mulai Padat

Akad Nikah Ibas-Aliya Lalu Lintas Cipanas mulai Padat

CIPANAS. Lalu lintas kawasan Cipanas khususnya di sekitar Istana Cipanas sekitar pukul 08:00...

Read more...
Mempelai Kenakan Pakaian Warisan Sultan HB VII

Mempelai Kenakan Pakaian Warisan Sultan HB VII

Pasangan calon pengantin KPH Yudanegara (Achmad Ubaidillah) dengan GKR Bendara (Jeng Reni),...

Read more...
Pendidikan Anak dalam Pandangan Rasulullah Saw

Pendidikan Anak dalam Pandangan Rasulullah Saw

Dalam kehidupan rumah tangga, salah satu masalah terpenting yang harus diperhatikan secara...

Read more...
Nilai Bekerja dan Menghargai Pekerja

Nilai Bekerja dan Menghargai Pekerja

Kepribadian dan kemuliaan diri dapat terbangun dengan upaya dan kerja. Siapa yang ingin menjadi...

Read more...

Kisah Bijak Para Sufi: Raksasa dan Sufi

Seorang Guru Sufi sedang berkelana seorang diri melewati daerah pegunungan yang tandus, tiba-tiba...

Read more...

Seni Memperoleh Tempat Berkembang di Keraton

Berbagai ragam kesenian berkembang di lingkungan keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat....

Read more...

Hikmah Idul Fitri, Belajar Memahami Perbedaan

ALHAMDULILLAH, Idul Fitri telah berlalu. Dengan segala hiruk-pikuk “hisab“ dan “ru’yat”,...

Read more...
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com