Wakil Ketua KPK M Jasin di Jakarta, Selasa (13/9), mengatakan enam
rekomendasi tersebut adalah: penyempurnaan grand design; penyempurnaan
aplikasi SIAK, dan mendorong penggunaan SIAK di seluruh wilayah
Indonesia dengan melakukan percepatan migrasi dari non-SIAK ke SIAK.
Memastikan tersedianya jaringan pendukung komunikasi data
online/semi online antara kabupaten/kota dengan MDC di pusat agar proses
konsolidasi dapat dilakukan secara efisien.
Kemudian melakukan pembersihan data kependudukan dan penggunaan
biometrik sebagai media verifikasi untuk menghasilkan NIK yang tunggal;
melaksanakan e-KTP setelah basis database kependudukan bersih/NIK
tunggal, tetapi sekarang belum tunggal sudah melaksanakan e-KTP.
Dan terakhir, pengadaan e-KTP harus dilakukan secara elektronik dan hendaknya dikawal ketat oleh LKPP.
"Karena ini masih wilayah pencegahan, maka akan segera diinformasikan lagi ke Presiden sebagai Kepala Negara," kata M Jasin.
Jasin mengingatkan rekomendasi tersebut guna mencegah pemborosan uang negara. Hal ini dibenarkan oleh aturan perundang-undangan.
"Agar segera diingatkan oleh Presiden sehingga pengadaan e-KTP ini
tidak terjadi pemborosan keuangan negara dan penyimpangan ke arah tindak
pidana korupsi. Ini sesuai isi pasal 14 UU No 30/2002 tentang KPK,"
jelasnya.
Dipolisikan
Dalam perkembangan lain, diduga melakukan pengelembungan harga
hingga Rp 4 triliun dalam proses tender proyek e-KTP, Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dan Ketua Panitia Lelang dalam proses pengadaan barang,
Sugiarto dan Drajat Wisnu Setiawan dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
“Keduanya menyalahgunakan wewenang saat proses masa sanggah," kata
kuasa hukum Konsorsium Lintas-Peruri Solusi, Handika Honggowongso usai
melaporkan kasus itu di Polda Metro Jaya, kemarin.
Sugiarto saat itu menjabat sebagai Direktur Pengelola Informasi
Administrasi (Minduk) Kependudukan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan
Sipil (Dukcapil). Konsorsium PNRI sebagai pemenang tender memenangkan
tender proyek e-KTP senilai Rp5,84 triliun dari pagu anggaran senilai
Rp5,9 triliun.
Padahal, menurutnya, proyek tersebut bisa mencapai efisiensi 20 persen dari pagu anggaran. "Konsorsium Lintas-Peruri Solusi mengajukan penawaran Rp 4,75 triliun untuk pengerjaan proyek itu," tegas Handika.(am/aw/ads)

Balikpapan, Kalimantan Timur. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan investasi...
Read more...Sebelumnya kapal yang diduga mengangkut sekitar 250 orang pencari suaka ini tengegelam akibat ...
Read more...Sebelumnya kapal yang diduga mengangkut sekitar 250 orang pencari suaka ini tengegelam akibat ...
Read more...BENGKULU. Para petani di Desa Srikoncoro Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu mulai...
Read more...TKI bernama Juju Juhana asal Desa Karangsembung, Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat, meninggal...
Read more...Ditengah konflik antara umat muslim dan kristen di Indonesia, kabar mengejutkan datang dari...
Read more...Banyuwangi. Seringkali asset pemerintah dimanfatatkan oleh oknum PNS yang tidak bertanggung...
Read more...Selain macet dan banjir, Jakarta kini juga didera krisis air bersih. Pasca jebolnya tanggul...
Read more...Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyampaikan enam rekomendasi terkait proyek...
Read more...Undang-undang mensyaratkan izin Jaksa Agung jika ingin memeriksa jaksa aktif. Tapi, Antasari...
Read more...