Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hotspot: BI Setuju Kenaikan Harga BBM Bersubsidi - Thursday, 23 February 2012 12:20
Hotspot: Menteri Perindustrian komentari "Esemka" - Wednesday, 11 January 2012 09:57
Hotspot: 750 Personel Polri dan TNI Amankan Timika - Wednesday, 30 November 2011 12:05
Hotspot: Satu Lagi Korban Jembatan Kartanegara Ditemukan - Monday, 28 November 2011 10:00
Hotspot: Freeport Tawarkan Gaji Rp 12,7 juta/bulan - Wednesday, 23 November 2011 14:00
Hotspot: BI Keluarkan Kebijakan Lalu Lintas Devisa - Monday, 03 October 2011 15:31
Hotspot: Wujudkan "Internal Act Security" For Indonesia - Thursday, 29 September 2011 08:37
Hotspot: Bom Solo Tidak Membatalkan Sidang Asian Parliamentary Assembly - Wednesday, 28 September 2011 15:46
Hotspot: KPK Periksa Ali Mudhori dan Iskandar Pasajo - Thursday, 15 September 2011 11:55

Curhat Obama Ke Medvedev Terdengar Di Mikrofon...

User Rating:  / 0

Seoul. Saking seriusnya curhat-curhatan, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev tidak sadar mikrofon masih aktif. Alhasil pembicaraan pribadi mereka terungkap ke publik.

Obama terdengar meyakinkan Medvedev bahwa dia memiliki fleksibilitas terkait sistem perta­hanan rudal yang kontroversial hingga setelah pemilihan pre­siden pada November.

Perbicangan terjadi pada akhir pertemuan 90 menit antara Med­vedev dan Obama di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Nuklir di Seoul, Korea Selatan, Senin (26/3). Obama meminta Presiden terpilih Rusia Vladimir Putin memberinya ruang untuk me­nyelesaikan isu tersebut.

Dengan nada berbisik Obama mengatakan kepada Medvedev, “Menyangkut semua isu kon­tro­versial, terutama sistem perisai rudal, dapat diselesaikan. Tetapi penting baginya (Putin) untuk memberi saya ruang.”

Medvedev membalas,“Ya, sa­ya mengerti. Saya mengerti pe­san Anda tentang ruang. Ruang untuk Anda. Saya akan meng­infor­ma­sikan ke Putin.”

Dalam dialog selanjutnya suara Obama terdengar menekankan. “Ini adalah pemilihan terakhir sa­ya. Setelah pemilu usai, saya akan lebih santai dan lebih flek­sibel,” kata Presiden AS ke-44 itu.

Percakapan itu memicu pe­ri­ngatan di kalangan para pe­nge­cam Obama tentang komitmen jangka panjangnya terhadap sis­tem pertahanan rudal yang dipro­mosikan sebagai perisai untuk melindungi Eropa dari serangan rudal Iran. Nah, Rusia takut sis­tem itu ditujukan untuk mereka dan penentangan terhadap perisai rudal itu merupakan tema utama kam­panye Putin yang sukses ter­pilih kembali menjadi presiden.

Kesalahan tanpa sengaja itu de­ngan segera dimanfaatkan para lawan Obama dari bakal calon (balon) presiden Partai Republik. Obama dituding te­ngah me­nyembunyikan sesuatu. Namun, Obama telah menepis semua spekulasi yang berkem­bang ter­kait percakapan mereka yang sebenarnya bukan kon­sum­si pub­lik.

 Balon Republik Newt Ging­rich mengatakan, Obama sedang “mengejek” dan merencanakan untuk “menjual” program per­tahanan rudal AS. Partai Repub­lik mengatakan, pernyataan Oba­ma bahwa dia lebih punya kele­luasaan untuk menghadapi rakyat AS setelah pemilihan pre­si­den se­olah bahwa ia punya se­jumlah ren­­cana bermasalah yang dia ra­hasiakan dari rakyat AS.

“Rusia bukan karakter ramah di panggung dunia. Untuk ini pre­siden mencari fleksibilitas yang lebih besar, di mana dia tidak ha­rus menjawab rakyat Amerika dalam hubungannya dengan Ru­sia. Ini sangat, sangat meng­gang­gu. Ini sangat meng­khawa­tir­kan,” kata penantang ter­kuat balon Partai Republik, Mitt Romney.  

Ketua Kongres AS John Boeh­ner menimpali,“Kami berharap untuk mendengar apa yang Oba­ma maksud dengan ‘keleluasaan yang lebih’ ketika ia kembali dari Korea Selatan.”

Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS, Ben Rhodes, me­nga­takan, kedua pemimpin itu sedang berbicara tentang kebe­ratan Rusia terhadap sistem per­tahanan rudal dan sepakat untuk bicara lagi nanti karena masalah politik di kedua belah pihak.

Sejumlah analis berspekulasi bahwa AS mungkin sedang men­coba untuk bisa menenangkan Rusia dengan menunjukkan ke­pada mereka data rahasia guna membuktikan bahwa sistem itu dapat menghentikan peluncuran rudal Iran, tetapi tidak dengan peluncuran rudal balistik an­tarbenua Rusia. Beberapa ahli berpikir bahwa hal itu untuk membujuk Rusia. (am/aw/ads)

Tak Ada Keputusan Perang dengan Iran

User Rating:  / 0

WASHINGTON. Presiden AS Barack Obama, Selasa (6/3/2012), membantah pendapat bahwa Washington harus memutuskan dalam waktu dua bulan ke depan apakah akan melancarkan serangan terhadap instalasi nuklir Iran. Obama mengatakan, perang "bukan sebuah permainan".

Dalam jumpa pers di Gedung Putih, Obama kembali menyatakan, ia yakin "jendela kesempatan" tetap ada pada tahap ini bagi penyelesaian secara diplomatik sengketa  mengenai program nuklir Iran yang kontroversial. "Bukan itu pandangan saya. Itu (perang segara) pandangan para pejabat senior intelijen kami. Itu pandangan para pejabat senior intelijen Israel," katanya.

Ia menyatakan, Iran "merasakan gigitan" dari sanksi yang melumpuhkan yang diberlakukan terhadap negara Persia tersebut dan secara politik terkucil. "Pendapat itu bahwa bagaimanapun ada pilihan yang harus kami ambil dalam satu atau dua pekan ke depan atau satu-dua bulan, tak didukung fakta," kata Obama.

Ia mengecam para lawan politiknya karena "sikap serampangan" mereka dalam membicarakan perang dengan Iran. Ia mengatakan, perang punya dampak bagi kehidupan rakyat, keamanan nasional, dan ekonomi Amerika. "Orang-orang itu tak memiliki banyak tanggung jawab. Mereka bukan panglima tertinggi," tegas Obama. "Ini bukan sebuah permainan, dan tak ada yang asal-asalan mengenai hal itu."

Namun, Obama gagal membujuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam pertemuan mereka di Gedung Putih, Senin lalu, untuk menahan aksi militer sepihak terhadap instalasi nuklir Iran dalam beberapa bulan mendatang. Presiden AS itu telah mendesak Netanyahu untuk memberi lebih banyak waktu agar diplomasi dan sanksi berhasil.

"Tak seorang pun dari kita bisa menunggu lebih lama lagi," kata Netanyahu kepada American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), kelompok lobi pro-Israel yang sangat berpengaruh di Washington, pada Senin malam. "Sebagai Perdana Menteri Israel, saya takkan pernah membiarkan rakyat saya hidup di bawah bayang-bayang pemusnahan," kata Netanyahu.

Dalam keterangan pers di Gedung Putih itu, Obama kembali mengatakan, Israel adalah negara berdaulat yang harus mengambil keputusan sendiri mengenai cara terbaik untuk memelihara keamanannya. "Seperti yang saya telah katakan dalam beberapa hari terakhir, saya sangat sadar preseden sejarah yang membebani setiap Perdana Menteri Israel, ketika mereka berpikir tentang  potensi ancaman terhadap Israel dan tanah air Yahudi,"  katanya.

Namun, ia mengingatkan tentang aksi militer yang terlalu dini dan mengatakan, itu bukan hanya masalah konsekuensi bagi Israel, tapi juga buat Amerika Serikat. "Saya pikir ini sangat penting bagi kita untuk berhati-hati, bijaksana, melakukan pendekatan secara sadar dengan apa yang merupakan masalah nyata," katanya.

Ia kembali mengatakan, dirinya tidak sedang mengupayakan kebijakan penahanan diri, tapi kebijakan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ia juga mendesak Iran agar datang ke meja dan berunding dengan cara "yang jelas dan terang-terangan" demi membuktikan kepada masyarakat internasional tentang keinginan damai dari program nuklirnya. "Karena jika mereka meraih senjata nuklir yang dapat memicu perlombaan senjata di kawasan, itu akan merusak tujuan nonproliferasi kita, itu bisa berpotensi jatuh ke tangan teroris," jelasnya. "Mereka tahu bagaimana melakukan itu (berunding)," lanjut Obama.(am/aw/ads)

Rusia: Serangan ke Iran Bencana Bagi Timur Tengah

User Rating:  / 0

Moskow. Pemerintah Rusia terus mengingatkan pemerintah Israel untuk tidak melancarkan serangan ke Iran. Diingatkan bahwa serangan militer tersebut akan mendatangkan bencana bagi wilayah Timur Tengah dan kemungkinan seluruh sistem hubungan internasional.

"Skenario aksi militer terhadap Iran akan menjadi bencana bagi wilayah dan kemungkinan seluruh sistem hubungan internasional," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov seperti diberitakan Press TV, Kamis (23/2/2012.

"Karena itu saya harap Israel memahami semua konsekuensi ini... dan mereka juga harus mempertimbangkan konsekuensi tindakan tersebut bagi mereka sendiri," imbuh pejabat tinggi Rusia itu.

Sebelumnya, pimpinan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Martin Dempsey juga mengatakan bahwa menyerang Iran "tidaklah bijaksana saat ini karena itu akan menyebabkan ketidakstabilan."

"Saya yakin bahwa mereka (Israel) memahami kekhawatiran kami bahwa serangan di saat ini akan menimbulkan ketidakstabilan dan tak akan mencapai tujuan jangka panjang mereka," tandas Dempsey.

Selama ini negara-negara Barat terus mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran membantahnya. Ditegaskan Iran bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.(am/aw/ads)

Israel Akan Serang Iran Tanpa Persetujuan AS

User Rating:  / 0

Tel Aviv. Pejabat-pejabat pemerintah Amerika Serikat dan Rusia telah mengingatkan Israel untuk tidak melancarkan serangan atas fasilitas nuklir Iran. Namun pemerintah Israel tak menghiraukan peringatan tersebut. Ditegaskan bahwa keputusan soal itu bukan urusan negara-negara lain.

Penegasan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Avigdor Lieberman seperti dilansir media Press TV, Kamis (1/3/2012).

Sejumlah pejabat AS dan Rusia telah mengingatkan soal konsekuensi besar yang akan terjadi jika Israel menyerang Iran terkait program nuklirnya.

"Keamanan warga negara Israel, masa depan Israel adalah tanggung jawab pemerintah Israel," cetus Lieberman dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 2.

Pejabat-pejabat Israel belakangan ini kian gencar dengan retorika perang mereka. Negara Yahudi itu mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran jika sanksi-sanksi yang dijatuhkan terhadap negara republik Islam itu gagal membuatnya menghentikan program nuklirnya.

Selain AS dan Rusia, China juga telah mengingatkan Israel untuk tidak menyerang Iran. Sebabnya, langkah tersebut akan menimbulkan konsekuensi parah bukan cuma untuk Timur Tengah namun juga bagi seluruh dunia.

Pada 27 Februari lalu, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mencetuskan, jika Israel menyerang Iran maka "konsekuensinya akan benar-benar parah, dengan jangkauan yang sulit dibayangkan."(am/aw/ads)

Bentrokan Pecah di Kairo, Ratusan Orang Terluka

User Rating:  / 0

KAIRO. edikitnya 400 orang terluka akibat bentrokan di Kairo antara polisi dan massa yang marah menyusul rusuh sepak bola yang menewaskan 74 di kota Port Said.

Ribuan orang berpawai menuju kantor kementerian dalam negeri, ketika kemudian aparat polisi mencegatnya dan menembakkan gas air mata.

Sebelumnya, Perdana Menteri Mesir mengumumkan pemecatan terhadap sejumlah pejabat senior -- yang dianggap bertanggungjawab dalam penanganan kerusuhan sepak bola.

Sementara itu pemakaman terhadap sebagian korban tewas kerusuhan sepak bola telah berlangsung di Port Said.

Kerusuhan yang menewaskan 74 orang itu bermula ketika suporter fanatik klub Al-Ahly menyerbu lapangan di stadion Port Said, Rabu (1/2) malam waktu setempat. Bentrokan berdarah ini pecah setelah klub asal Kairo itu kalah telak 1-3 dari klub tuan rumah, Al-Masry.

Sejumlah saksi mata mengatakan, suasana sepanjang pertandingan tegang semenjak pendukung Al-Ahly mengangkat spanduk berisi penghinaan terhadap tim tuan rumah.

Begitu pertandingan berakhir, massa masuk ke lapangan dan menyerang para pemain dan pendukung Al-Ahly.

Sepanjang Kamis, suporter fanatik Al-Ahly berkumpul di luar stadion klub tersebut di Kairo. Di antara mereka meneriakkan slogan menentang penguasa militer Mesir, lainnya melempar batu. "Tentara Mesir harus memilih antara dewan militer atau kaum revolusioner," teriak mereka.

Polisi menembakkan gas air mata untuk menghadang para pendemo.

Di tengah suasana seperti itu, orang-orang yang terluka dilarikan dengan sepeda motor, karena mobil ambulan tidak dapat masuk ke lokasi bentrokan.

Kantor berita Mesir Mena mengutip seorang pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan, sedikitnya 388 pengunjuk rasa terluka. Kebanyakan dari mereka terkena gas air mata, memar dan patah tulang.

Pendukung klub Al-Ahly, yang dikenal dengan sebutan Ultras, memainkan peran penting dalam unjuk rasa penggulingan Presiden Hosni Mubarak, tahun lalu.

Pendukung fanatki klub Al-Ahly yakin mereka menjadi target kerusuhan di Port Said, karena terlibat revolusi penggulingan Presiden Hosni Mubarak tersebut.

Mereka menuduh polisi sengaja membiarkan pendukung Al-Masry menyerang mereka.

"Ini layaknya perang! Anda mungkin tidak percaya apa yang terjadi kemarin adalah perang... Itu bukan sepak bola .. Mereka membunuh tanpa perasaan... Sungguh tidak normal!" Kata mantan pemain Al-Ahly, Hani Seddik.

Sebelumnya pada Kamis (02/01), parlemen menggelar sidang darurat, yang dimulai dengan mengheningkan cipta selama satu menit.

Perdana Menteri Mesir Kamal al-Ganzouri mengatakan kepada parlemen bahwa dia telah memecat Kepala Asosiasi Sepak Bola Mesir. Sejumlah pimpinan asosiasi itu juga telah diperiksa oleh tim penyidik kejaksaan.

"Kepala keamanan Kota Port Said juga dipecat dan ditahan," kata Ganzouri.

Presiden klub al-Ahly, Hamid Hamdy, mengatakan klubnya tidak akan mengikuti lanjutan liga sepak bola Mesir, sebagai bentuk protes terhadap kerusuhan berdarah tersebut.

"Saya berharap dunia memahami posisi kami, atas apa yang terjadi pada pendukung kami yang telah menjadi martir," katanya dalam konferensi pers.

"Semua orang merasa itu adalah tragedi dan bencana bagi olahraga Mesir, serta tentu saja buat klub kami, al-Ahly." (BBC/am/aw/ads)

Internasional Lainnya

Curhat Obama Ke Medvedev Terdengar Di Mikrofon...

Curhat Obama Ke Medvedev Terdengar Di Mikrofon...

Seoul. Saking seriusnya curhat-curhatan, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry...

Read more...
Tak Ada Keputusan Perang dengan Iran

Tak Ada Keputusan Perang dengan Iran

WASHINGTON. Presiden AS Barack Obama, Selasa (6/3/2012), membantah pendapat bahwa Washington...

Read more...
Israel Akan Serang Iran Tanpa Persetujuan AS

Israel Akan Serang Iran Tanpa Persetujuan AS

Tel Aviv. Pejabat-pejabat pemerintah Amerika Serikat dan Rusia telah mengingatkan...

Read more...
Rusia: Serangan ke Iran Bencana Bagi Timur Tengah

Rusia: Serangan ke Iran Bencana Bagi Timur Tengah

Moskow. Pemerintah Rusia terus mengingatkan pemerintah Israel untuk tidak...

Read more...
Bentrokan Pecah di Kairo, Ratusan Orang Terluka

Bentrokan Pecah di Kairo, Ratusan Orang Terluka

KAIRO. edikitnya 400 orang terluka akibat bentrokan di Kairo antara polisi dan massa yang...

Read more...
Presiden Iran perluas hubungan dengan Amerika Latin

Presiden Iran perluas hubungan dengan Amerika Latin

Caracas. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad telah meluncurkan lawatan ke empat-negara dengan...

Read more...
Presiden Yaman minta kedubes AS kembalikan paspornya

Presiden Yaman minta kedubes AS kembalikan paspornya

Sanaa. Kantor Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh meminta kedutaan besar Amerika Serikat di...

Read more...
AS Harusnya Serang Iran Untuk Hancurkan Pesawat Siluman

AS Harusnya Serang Iran Untuk Hancurkan Pesawat Siluman

Washington. Mantan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney mengkritik...

Read more...
Suriah Semakin Tertekan di PBB

Suriah Semakin Tertekan di PBB

Suriah semakin merasakan tekanan diplomatik dari negara-negara Barat dan sejumlah negara-negara...

Read more...
Polisi Saudi Tembaki Demonstran Syiah

Polisi Saudi Tembaki Demonstran Syiah

Pada bulan Oktober lalu, sudah 14 orang warga termasuk 11 polisi yang terluka selama terjadi...

Read more...
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com