KAIRO. edikitnya 400 orang terluka akibat bentrokan di
Kairo antara polisi dan massa yang marah menyusul rusuh sepak bola yang
menewaskan 74 di kota Port Said.
Ribuan orang berpawai menuju kantor kementerian dalam negeri, ketika
kemudian aparat polisi mencegatnya dan menembakkan gas air mata.
Sebelumnya, Perdana Menteri Mesir mengumumkan pemecatan terhadap
sejumlah pejabat senior -- yang dianggap bertanggungjawab dalam
penanganan kerusuhan sepak bola.
Sementara itu pemakaman terhadap sebagian korban tewas kerusuhan sepak bola telah berlangsung di Port Said.
Kerusuhan yang menewaskan 74 orang itu bermula ketika suporter
fanatik klub Al-Ahly menyerbu lapangan di stadion Port Said, Rabu (1/2)
malam waktu setempat. Bentrokan berdarah ini pecah setelah klub asal
Kairo itu kalah telak 1-3 dari klub tuan rumah, Al-Masry.
Sejumlah saksi mata mengatakan, suasana sepanjang pertandingan
tegang semenjak pendukung Al-Ahly mengangkat spanduk berisi penghinaan
terhadap tim tuan rumah.
Begitu pertandingan berakhir, massa masuk ke lapangan dan menyerang para pemain dan pendukung Al-Ahly.
Sepanjang Kamis, suporter fanatik Al-Ahly berkumpul di luar stadion
klub tersebut di Kairo. Di antara mereka meneriakkan slogan menentang
penguasa militer Mesir, lainnya melempar batu. "Tentara Mesir harus
memilih antara dewan militer atau kaum revolusioner," teriak mereka.
Polisi menembakkan gas air mata untuk menghadang para pendemo.
Di tengah suasana seperti itu, orang-orang yang terluka dilarikan
dengan sepeda motor, karena mobil ambulan tidak dapat masuk ke lokasi
bentrokan.
Kantor berita Mesir Mena mengutip seorang pejabat Kementerian
Kesehatan mengatakan, sedikitnya 388 pengunjuk rasa terluka. Kebanyakan
dari mereka terkena gas air mata, memar dan patah tulang.
Pendukung klub Al-Ahly, yang dikenal dengan sebutan Ultras,
memainkan peran penting dalam unjuk rasa penggulingan Presiden Hosni
Mubarak, tahun lalu.
Pendukung fanatki klub Al-Ahly yakin mereka menjadi target kerusuhan
di Port Said, karena terlibat revolusi penggulingan Presiden Hosni
Mubarak tersebut.
Mereka menuduh polisi sengaja membiarkan pendukung Al-Masry menyerang mereka.
"Ini layaknya perang! Anda mungkin tidak percaya apa yang terjadi
kemarin adalah perang... Itu bukan sepak bola .. Mereka membunuh tanpa
perasaan... Sungguh tidak normal!" Kata mantan pemain Al-Ahly, Hani
Seddik.
Sebelumnya pada Kamis (02/01), parlemen menggelar sidang darurat, yang dimulai dengan mengheningkan cipta selama satu menit.
Perdana Menteri Mesir Kamal al-Ganzouri mengatakan kepada parlemen
bahwa dia telah memecat Kepala Asosiasi Sepak Bola Mesir. Sejumlah
pimpinan asosiasi itu juga telah diperiksa oleh tim penyidik kejaksaan.
"Kepala keamanan Kota Port Said juga dipecat dan ditahan," kata Ganzouri.
Presiden klub al-Ahly, Hamid Hamdy, mengatakan klubnya tidak akan
mengikuti lanjutan liga sepak bola Mesir, sebagai bentuk protes terhadap
kerusuhan berdarah tersebut.
"Saya berharap dunia memahami posisi kami, atas apa yang terjadi
pada pendukung kami yang telah menjadi martir," katanya dalam konferensi
pers.
"Semua orang merasa itu adalah tragedi dan bencana bagi olahraga
Mesir, serta tentu saja buat klub kami, al-Ahly." (BBC/am/aw/ads)

Seoul. Saking seriusnya curhat-curhatan, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry...
Read more...WASHINGTON. Presiden AS Barack Obama, Selasa (6/3/2012), membantah pendapat bahwa Washington...
Read more...Tel Aviv. Pejabat-pejabat pemerintah Amerika Serikat dan Rusia telah mengingatkan...
Read more...Moskow. Pemerintah Rusia terus mengingatkan pemerintah Israel untuk tidak...
Read more...KAIRO. edikitnya 400 orang terluka akibat bentrokan di Kairo antara polisi dan massa yang...
Read more...Caracas. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad telah meluncurkan lawatan ke empat-negara dengan...
Read more...Sanaa. Kantor Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh meminta kedutaan besar Amerika Serikat di...
Read more...Washington. Mantan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney mengkritik...
Read more...Suriah semakin merasakan tekanan diplomatik dari negara-negara Barat dan sejumlah negara-negara...
Read more...Pada bulan Oktober lalu, sudah 14 orang warga termasuk 11 polisi yang terluka selama terjadi...
Read more...