Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut kasus suap
Wisma Atlet yang diduga melibatkan kader Partai Demokrat sebagai korupsi
struktural. Korupsi, kata Kalla yang akrab disapa JK, tidak lagi
dilakukan perseorangan. "Nazaruddin itu mainnya (korupsi) struktural.
Korupsi berjemaah makanya saling melindungi," tukas Kalla.
Ia mengatakan hal itu dalam diskusi bertema Lawan korupsi dari dan bersama kampus di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, kemarin.
Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, kini
menjadi terdakwa korupsi Wisma Atlet. Mantan Wakil Sekjen Partai
Demokrat Angelina Sondakh yang masih aktif sebagai anggota DPR Fraksi
Demokrat juga sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus yang sama.
Petinggi Demokrat lain yang terseret dalam pusaran korupsi Wisma
Atlet ialah Menpora Andi Mallarangeng yang merangkap Sekretaris Dewan
Pembina Partai Demokrat. Andi sudah bersaksi di pengadilan bersama
Mahyuddin, Ketua Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrat.
Nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Wakil Ketua
Badan Anggaran DPR dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir turut disebut-sebut
para saksi dan terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Dugaan keterkaitan sejumlah petinggi partai itulah yang mendasari
Kalla menyebutnya sebagai korupsi struktural. "Kalau Angie (Angelina
Sondakh) itu kan Nazaruddin cs, itu jelas (jadi tersangka dan terdakwa),
mungkin ketua (umum) belum (menjadi tersangka). Itu artinya (ada)
korupsi struktural. Jadi, ada keinginan korupsi struktural," tandas
Kalla.
Tidak mengerti
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengaku tidak
mengerti maksud JK yang mengatakan terjadi korupsi struktural di Partai
Demokrat. "Pak JK lebih paham masalah korupsi di Partai Golkar daripada
di Demokrat," ujarnya sambil tertawa.
Sebagai mantan Ketua Umum Partai Golkar, lanjut Mubarok, JK jelas
lebih paham mengenai politik dan korupsi partainya. Tentang korupsi yang
tengah menyerang Partai Demokrat, kata dia, JK hanya mendapatkan berita
dari media. "Partai Demokrat ini sekarang sedang menjadi objek. Kasus
korupsi akhirnya dibesar-besarkan. JK hanya tahu permasalahan dari
media," kata Mubarok.
Saat ditemui terpisah di Jakarta, kemarin, anggota Dewan Kehormatan
Partai Demokrat Jero Wacik meminta pihak lain tidak mengintervensi kasus
suap Wisma Atlet. Partai Demokrat pun, kata dia, tidak
mengintervensinya. "Biarkan saja hukum berjalan," tukas Jero.
Sebelumnya, Anas Urbaningrum meminta semua pihak tidak menciptakan
oligarki opini terkait dengan santernya kabar pemanggilan dirinya oleh
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Tidak perlu dikembangkan opini
untuk mendorong-dorong KPK memanggil seseorang atau mengembangkan opini
agar KPK tidak memanggil siapa pun,"kata Anas di Yogyakarta, Minggu
(4/3).
KPK sudah memberi isyarat akan memanggil Anas terkait dengan
pengusutan kasus Hambalang. Namun, Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto
belum bisa memastikan kapan Anas dipanggil. "Laporan penyidik (terkait
pemanggilan Anas) belum sampai ke saya," katanya.(am/aw/ads)
KEBIJAKAN bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi semakin simpang siur.
Mendekati tenggat pelaksanaan pada 1 April sesuai dengan amanat
Undang-Undang APBN 2012, program pembatasan bukannya mengerucut ke satu
opsi, melainkan melebar ke bermacam skema.
Awalnya pemerintah berwacana melarang kendaraan pribadi roda empat
di Jabodetabek mengonsumsi BBM bersubsidi jenis premium. Semua mobil
pribadi di Jabodetabek didorong beralih ke BBM nonsubsidi atau ke bahan
bakar gas (BBG) yang lebih murah.
Namun, gaung wacana tersebut belakangan kian sepi. Yang muncul
justru opsi penaikan harga BBM bersubsidi, yang sebelumnya tidak masuk
opsi sama sekali.
Ada sejumlah usulan yang diajukan pemerintah, umpamanya, harga BBM
bersubsidi untuk mobil pribadi naik setiap tahun, mulai tahun ini hingga
2014. Usulan lain, harga BBM bersubsidi naik tiap bulan dengan kisaran
5% hingga akhirnya subsidi dipangkas habis.
Pemerintah juga berwacana agar pembatasan konsumsi BBM bersubsidi
dimulai terbatas pada kendaraan dinas pemerintah. Untuk pembatasan bagi
mobil pribadi, pemerintah meminta kelonggaran waktu karena konversi BBM
ke BBG butuh persiapan.
Pemerintah mengaku masih menghadapi masalah pasokan gas,
ketersediaan alat konversi, jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas
yang minim, serta penyediaan BBM nonsubsidi di seluruh daerah yang belum
merata.
Berputar-putarnya kebijakan BBM bersubsidi jelas merisaukan.
Kalangan industri risau karena tidak ada kepastian. Masyarakat tidak
kalah bingung karena implikasi kebijakan BBM bersubsidi biasanya cukup
panjang terhadap harga-harga kebutuhan lainnya.
Tak hanya itu. Tarik ulur soal pembatasan BBM bersubsidi yang sudah
diwacanakan sejak 2006, bahkan bisa memicu berbagai penyelewengan dan
kontraproduktif terhadap anggaran.
Oleh karena itu, pemerintah jangan terus mengulur waktu dan
menghitung popularitas dalam mengambil kebijakan. Melakukan tes pasar
dengan bolak-balik melempar wacana justru hanya menambah kencang
ketidakpercayaan publik.
Pemerintah seharusnya bersikap tegas. Sikap bimbang justru berpotensi menyebabkan gagalnya upaya menekan subsidi.
Setelah berulang kali melontarkan gagasan pembatasan BBM bersubsidi,
pemerintah kali ini bertekad merealisasikan kebijakan itu. Mulai 1 April
mendatang, pembatasan BBM diberlakukan di wilayah Jabodetabek.
Semua kendaraan berpelat hitam roda empat dilarang membeli BBM
bersubsidi alias premium, yang harganya Rp4.500/liter. BBM bersubsidi
itu hanya diperuntukkan kendaraan berpelat kuning dan sepeda motor.
Untuk kendaraan roda empat berpelat hitam, pilihannya ada dua.
Mereka harus membeli pertamax atau yang sejenis yang sekarang harganya
Rp8.350 per liter atau berpindah ke bahan bakar gas.
Kebijakan pembatasan BBM bersubsidi itu pada tahap awal akan berlaku
di Jawa dan Bali. Lalu, pada 2013 dan 2014, kebijakan itu diperluas ke
Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Terbatasnya anggaran memang membuat sesak napas pemerintah. Konsumsi
BBM dari tahun ke tahun terus meningkat, ditambah naiknya harga minyak
dunia, membuat alokasi anggaran untuk menutup subsidi BBM pada 2011
sudah mencapai Rp168 triliun.
Pemberlakuan pembatasan BBM itu jelas memberi banyak manfaat.
Misalnya, bangsa ini tak lagi terbelenggu oleh candu subsidi. Bukankah
subsidi BBM selama ini justru dinikmati kalangan kelas menengah ke atas,
yaitu orang-orang yang tidak berhak?
Namun, pemberlakuan pembatasan BBM selalu menimbulkan kontroversi.
Sebabnya tidak lain karena pemerintah sendiri terkesan kurang persiapan
dalam menerapkan kebijakan itu.
Contohnya pembatasan BBM di Jabodetabek. Sudahkah seluruh SPBU di
wilayah itu siap melayani pertamax? Dengan waktu tersisa sekitar 2,5
bulan, siapkah alat konversi gas yang dibutuhkan?
Yang lebih konyol, kendaraan yang telah berpindah ke gas
terkerangkeng di wilayah Jabodetabek karena di luar wilayah itu tidak
tersedia gas. Yang menggunakan pertamax bahkan terpaksa memakai premium
yang disubsidi itu karena tidak ada pertamax.
Pemerintah sebenarnya memiliki opsi lain yang lebih praktis, yakni
menaikkan harga premium sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per liter. Namun,
Presiden Yudhoyono sudah berulang kali menegaskan tidak akan menaikkan
harga BBM. Apalagi, pada tahun ini pemerintah sudah berencana menaikkan
tarif dasar listrik.
Meski sudah tak bisa lagi ikut pemilihan presiden, Yudhoyono tidak
ingin citranya kian anjlok di mata publik. Dia bakal sekuat tenaga
menjaga kiprah partainya, Demokrat, agar tak melorot pada Pemilu 2014.
Padahal, jika dilakukan tanpa persiapan yang matang, bahkan terkesan
asal-asalan, kebijakan pembatasan BBM justru akan memberi pukulan
lanjutan buat Yudhoyono sendiri.(am/aw/ads)
PRESIDEN SBY yang berencana mencabut subsidi BBM mulai April – secara
konkret dirasakan rakyat sebagai kenaikan harga minyak hampir 100% --
sebaiknya belajar dari kasus Nigeria.
Negara penghasil minyak di benua Afrika itu kini dilanda kerusuhan
yang merenggut sejumlah nyawa rakyat oleh tembakan polisi, setelah 1
Januari lalu, Presiden Goodluck Jonathan mencabut subsidi minyak dan
menyebabkan rakyat harus membeli minyak dengan harga lebih dua kali
lipat dari biasa.
Protes rakyat dalam bentuk pemogokan buruh, demo anti-kenaikan BBM,
meletus di berbagai kota di Nigeria dan polisi dikerahkan untuk
menghadapi mereka. Situasi bertambah buruk ketika di kawasan utara
negeri itu kerusuhan sektarian meletus berupa bentrokan antara orang
Islam dan Kristen. Nigeria dengan penduduk terbelah, 50% Islam dan 50%
Kristen, belakangan sering diwarnai peristiwa bentrokan antar-pengikut
agama.
Berdasarkan pencatatan yang dilakukan Palang Merah Nigeria (Nigerian
Red Cross) sampai Selasa kemarin, kerusuhan telah mengakibatkan 16
orang terbunuh dan 205 orang luka-luka.
Kerusuhan terparah terjadi di Edo, negara bagian di selatan, dengan 5
orang terbunuh dan 83 orang terluka. Situasi memanas di tengah rumors
bahwa orang dari utara akan datang menyerbu. Akibatnya, menurut Palang
Merah, 4000 orang mengungsi ke tempat tertentu dan tinggal di tempat
penampungan.
Menurut Palang Merah, karena bentrok antar-kelompok di Benin City,
ibukota Edo, tiga orang terbunuh Senin dan dua orang pada Selasa. Selain
itu, sebuah masjid dibakar dan beberapa yang lain dirusak, sejumlah
mobil dan bus juga dibakar.
Di utara, Negara Bagian Kano juga mengalami kekacauan Selasa. Palang
Merah melaporkan tiga orang terbunuh dan 55 orang terluka, sebagian
oleh luka tembak. Di wilayah tetangganya, Kaduna, seorang terbunuh dan
tiga cedera ketika polisi mencoba membubarkan demonstrasi di depan
gedung pemerintah dengan menggunakan gas air mata.
Di Lagos, kota bisnis utama Nigeria, demonstran juga berhadapan
dengan polisi mengakibatkan tiga demonstran terbunuh dan 7 terluka. Tiga
orang terbunuh pula di Bauchi dan seorang di Kwara. Di berbagai kota
lain dilaporkan demonstrasi terjadi tapi berlangsung damai.
Di Lagos Selasa berlangsung konser protes yang menampilkan pemusik
Femi Kuti. Suasana di sana menjadi panas dan orang-orang menyebut bahwa
Nigeria sekarang bersiap melakukan revolusi.
Orang tampaknya sudah tak mendengarkan penjelasan Presiden Jonathan
kenapa harga BBM harus dinaikkan. ‘’Pilihannya adalah selamat secara
ekonomi atau terus dengan kebijakan subsidi yang akan merusakkan
perekonomian,’’ kata Presiden. Tapi yang dirasakan rakyat setelah harga
BBM naik, semua harga-harga melonjak sementara gaji dan penghasilan
rakyat tetap.
Indonesia yang hampir sama dengan Nigeria – memiliki mayoritas
rakyat miskin – tentu akan menghadapi masalah sama bila Presiden SBY
nanti jadi menaikkan harga BBM. (Red).
Pemberian
sejumlah uang dari PT Freeport terhadap aparat keamanan menjadi indikasi
kuat bahwa Freeport ingin warga Papua tidak mengganggu kepentingan
mereka.Jakarta. Pengamat kebijakan Pertahanan
dan Keamanan Suripto, meminta Aparat TNI dan Polri untuk berpihak kepada
Rakyat Indonesia di Papua. Alasannya karena konflik yang terjadi di
Freeport adalah konflik yang ditimbulkan atas penguasaan Sumber Daya
Alam (SDA) atau resources war.
"Konflik pekerja dan pengusaha di Freeport adalah perebutan negara
dan perusahaan untuk menguasai SDA, sebagaimana terjadi di beberapa
negara dengan potensi SDA yang besar. Konflik ini jelas bukanlah konflik
separatis," kata Suripto di Gedung DPD RI, Kamis (17/11).
Dia menjelaskan, konflik itu lebih disebabkan adanya tuntutan
masyarakat akan pencemaran lingkungan akibat proses pertambangan.
Demikian juga adanya tuntutan pekerja terkait perolehan upah yang tidak
memadai.
"TNI dan Polri mesti mengubah paradigma mereka dalam menangani
konflik yang terjadi di Freeport, paradigmanya perebutan SDA, bukan
perang dingin seperti yang digembor-gemborkan karena adanya gerakan yang
mengaharapkan Papua pecah dari NKRI," jelas dia. Buktinya, kata dia,
adanya indikasi penerimaan uang keamanan yang diberikan pihak Freeport
kepada aparat keamanan.
Oleh karenanya, ia meminta aparat TNI Polri untuk lebih melindungi
warga Papua. "Mestinya TNI/Polri berpihak pada kepentingan rakyat, bukan
pada Asing," pintanya tegas.(am/aw/ads)

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut kasus suap Wisma Atlet yang diduga melibatkan...
Read more...KEBIJAKAN bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi semakin simpang siur. Mendekati tenggat pelaksanaan...
Read more...Nigeria bergejolak, malah ada yang mau mengadakan revolusi, setelah pemerintah mencabut subsidi...
Read more...Setelah berulang kali melontarkan gagasan pembatasan BBM bersubsidi, pemerintah kali ini...
Read more...Pemberian sejumlah uang dari PT Freeport terhadap aparat keamanan menjadi indikasi kuat...
Read more..."Pangkalan mereka itu tidak ada sangkut pautnya dengan Papua apalagi untuk mengontrol Freeport,"...
Read more...Jakarta. Menyikapi tertembaknya Riyadhus Solihin, seorang guru ngaji di Sidoarjo, Jawa...
Read more...PEMILU 2014 masih dalam hitungan tahun. Masa kampanye juga masih jauh dari hitungan hari....
Read more...Perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II selesai sudah. Hiruk pikuk dan drama selama tiga...
Read more...Perombakan kabinet telah disulap menjadi pertunjukan. Tidak ubahnya tonil. Audisi calon wakil...
Read more...