PRESIDEN SBY yang berencana mencabut subsidi BBM mulai April – secara
konkret dirasakan rakyat sebagai kenaikan harga minyak hampir 100% --
sebaiknya belajar dari kasus Nigeria.
Negara penghasil minyak di benua Afrika itu kini dilanda kerusuhan
yang merenggut sejumlah nyawa rakyat oleh tembakan polisi, setelah 1
Januari lalu, Presiden Goodluck Jonathan mencabut subsidi minyak dan
menyebabkan rakyat harus membeli minyak dengan harga lebih dua kali
lipat dari biasa.
Protes rakyat dalam bentuk pemogokan buruh, demo anti-kenaikan BBM,
meletus di berbagai kota di Nigeria dan polisi dikerahkan untuk
menghadapi mereka. Situasi bertambah buruk ketika di kawasan utara
negeri itu kerusuhan sektarian meletus berupa bentrokan antara orang
Islam dan Kristen. Nigeria dengan penduduk terbelah, 50% Islam dan 50%
Kristen, belakangan sering diwarnai peristiwa bentrokan antar-pengikut
agama.
Berdasarkan pencatatan yang dilakukan Palang Merah Nigeria (Nigerian
Red Cross) sampai Selasa kemarin, kerusuhan telah mengakibatkan 16
orang terbunuh dan 205 orang luka-luka.
Kerusuhan terparah terjadi di Edo, negara bagian di selatan, dengan 5
orang terbunuh dan 83 orang terluka. Situasi memanas di tengah rumors
bahwa orang dari utara akan datang menyerbu. Akibatnya, menurut Palang
Merah, 4000 orang mengungsi ke tempat tertentu dan tinggal di tempat
penampungan.
Menurut Palang Merah, karena bentrok antar-kelompok di Benin City,
ibukota Edo, tiga orang terbunuh Senin dan dua orang pada Selasa. Selain
itu, sebuah masjid dibakar dan beberapa yang lain dirusak, sejumlah
mobil dan bus juga dibakar.
Di utara, Negara Bagian Kano juga mengalami kekacauan Selasa. Palang
Merah melaporkan tiga orang terbunuh dan 55 orang terluka, sebagian
oleh luka tembak. Di wilayah tetangganya, Kaduna, seorang terbunuh dan
tiga cedera ketika polisi mencoba membubarkan demonstrasi di depan
gedung pemerintah dengan menggunakan gas air mata.
Di Lagos, kota bisnis utama Nigeria, demonstran juga berhadapan
dengan polisi mengakibatkan tiga demonstran terbunuh dan 7 terluka. Tiga
orang terbunuh pula di Bauchi dan seorang di Kwara. Di berbagai kota
lain dilaporkan demonstrasi terjadi tapi berlangsung damai.
Di Lagos Selasa berlangsung konser protes yang menampilkan pemusik
Femi Kuti. Suasana di sana menjadi panas dan orang-orang menyebut bahwa
Nigeria sekarang bersiap melakukan revolusi.
Orang tampaknya sudah tak mendengarkan penjelasan Presiden Jonathan
kenapa harga BBM harus dinaikkan. ‘’Pilihannya adalah selamat secara
ekonomi atau terus dengan kebijakan subsidi yang akan merusakkan
perekonomian,’’ kata Presiden. Tapi yang dirasakan rakyat setelah harga
BBM naik, semua harga-harga melonjak sementara gaji dan penghasilan
rakyat tetap.
Indonesia yang hampir sama dengan Nigeria – memiliki mayoritas
rakyat miskin – tentu akan menghadapi masalah sama bila Presiden SBY
nanti jadi menaikkan harga BBM. (Red).

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut kasus suap Wisma Atlet yang diduga melibatkan...
Read more...KEBIJAKAN bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi semakin simpang siur. Mendekati tenggat pelaksanaan...
Read more...Nigeria bergejolak, malah ada yang mau mengadakan revolusi, setelah pemerintah mencabut subsidi...
Read more...Setelah berulang kali melontarkan gagasan pembatasan BBM bersubsidi, pemerintah kali ini...
Read more...Pemberian sejumlah uang dari PT Freeport terhadap aparat keamanan menjadi indikasi kuat...
Read more..."Pangkalan mereka itu tidak ada sangkut pautnya dengan Papua apalagi untuk mengontrol Freeport,"...
Read more...Jakarta. Menyikapi tertembaknya Riyadhus Solihin, seorang guru ngaji di Sidoarjo, Jawa...
Read more...PEMILU 2014 masih dalam hitungan tahun. Masa kampanye juga masih jauh dari hitungan hari....
Read more...Perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II selesai sudah. Hiruk pikuk dan drama selama tiga...
Read more...Perombakan kabinet telah disulap menjadi pertunjukan. Tidak ubahnya tonil. Audisi calon wakil...
Read more...