KEBIJAKAN bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi semakin simpang siur.
Mendekati tenggat pelaksanaan pada 1 April sesuai dengan amanat
Undang-Undang APBN 2012, program pembatasan bukannya mengerucut ke satu
opsi, melainkan melebar ke bermacam skema.
Awalnya pemerintah berwacana melarang kendaraan pribadi roda empat
di Jabodetabek mengonsumsi BBM bersubsidi jenis premium. Semua mobil
pribadi di Jabodetabek didorong beralih ke BBM nonsubsidi atau ke bahan
bakar gas (BBG) yang lebih murah.
Namun, gaung wacana tersebut belakangan kian sepi. Yang muncul
justru opsi penaikan harga BBM bersubsidi, yang sebelumnya tidak masuk
opsi sama sekali.
Ada sejumlah usulan yang diajukan pemerintah, umpamanya, harga BBM
bersubsidi untuk mobil pribadi naik setiap tahun, mulai tahun ini hingga
2014. Usulan lain, harga BBM bersubsidi naik tiap bulan dengan kisaran
5% hingga akhirnya subsidi dipangkas habis.
Pemerintah juga berwacana agar pembatasan konsumsi BBM bersubsidi
dimulai terbatas pada kendaraan dinas pemerintah. Untuk pembatasan bagi
mobil pribadi, pemerintah meminta kelonggaran waktu karena konversi BBM
ke BBG butuh persiapan.
Pemerintah mengaku masih menghadapi masalah pasokan gas,
ketersediaan alat konversi, jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas
yang minim, serta penyediaan BBM nonsubsidi di seluruh daerah yang belum
merata.
Berputar-putarnya kebijakan BBM bersubsidi jelas merisaukan.
Kalangan industri risau karena tidak ada kepastian. Masyarakat tidak
kalah bingung karena implikasi kebijakan BBM bersubsidi biasanya cukup
panjang terhadap harga-harga kebutuhan lainnya.
Tak hanya itu. Tarik ulur soal pembatasan BBM bersubsidi yang sudah
diwacanakan sejak 2006, bahkan bisa memicu berbagai penyelewengan dan
kontraproduktif terhadap anggaran.
Oleh karena itu, pemerintah jangan terus mengulur waktu dan
menghitung popularitas dalam mengambil kebijakan. Melakukan tes pasar
dengan bolak-balik melempar wacana justru hanya menambah kencang
ketidakpercayaan publik.
Pemerintah seharusnya bersikap tegas. Sikap bimbang justru berpotensi menyebabkan gagalnya upaya menekan subsidi.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut kasus suap Wisma Atlet yang diduga melibatkan...
Read more...KEBIJAKAN bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi semakin simpang siur. Mendekati tenggat pelaksanaan...
Read more...Nigeria bergejolak, malah ada yang mau mengadakan revolusi, setelah pemerintah mencabut subsidi...
Read more...Setelah berulang kali melontarkan gagasan pembatasan BBM bersubsidi, pemerintah kali ini...
Read more...Pemberian sejumlah uang dari PT Freeport terhadap aparat keamanan menjadi indikasi kuat...
Read more..."Pangkalan mereka itu tidak ada sangkut pautnya dengan Papua apalagi untuk mengontrol Freeport,"...
Read more...Jakarta. Menyikapi tertembaknya Riyadhus Solihin, seorang guru ngaji di Sidoarjo, Jawa...
Read more...PEMILU 2014 masih dalam hitungan tahun. Masa kampanye juga masih jauh dari hitungan hari....
Read more...Perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II selesai sudah. Hiruk pikuk dan drama selama tiga...
Read more...Perombakan kabinet telah disulap menjadi pertunjukan. Tidak ubahnya tonil. Audisi calon wakil...
Read more...