“Pekalongan, memang
ada benih-benih itu (gerakan teroris) di beberapa tempat. Tapi tidak
semua di Jawa Tengah, hanya di beberapa daerah tertentu saja," ujar
Sekretaris Jenderal MUI Ichwan Sam.Jakarta. MAJELIS Ulama Indonesia (MUI)
membantah, jika wilayah Jawa Tengah menjadi ladang empuk munculnya
gerakan radikalisasi agama (Islam). Gerakan radikalisasi yang muncul di
Jawa itu tak bisa digenalisir secara keseluruhan.
"Saya belum bisa memberikan ilustrasi yang banyak atau tidak. Akan
tetapi, sebagai orang Jawa Tengah, Pekalongan, memang ada benih-benih
itu (gerakan teroris) di beberapa tempat. Tapi tidak semua di Jawa
Tengah, hanya di beberapa daerah tertentu saja," ujar Sekretaris
Jenderal MUI Ichwan Sam kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa
(22/11).
Namun demikian, MUI sudah memberikan penyadaran kepada masyarakat
melalui sosialisasi bahasa, dan juga sudah membentuk tim penanggulangan
terorisme. Sosialiasi dan pembentukan tim penanggulangan terorisme itu,
sebagai upaya MUI untuk memberikan warning kepada masyarakat sehingga
hal-hal yang menimbulkan kegaduhan dapat diantisipasi.
"MUI punya buku yang telah disosialisasikan ke sejumlah daerah, terutama lembaga-lembaga pendidikan agama (pesantren).”
Lebih lajut, Ichwan Sam juga memaparkan bahwa pihaknya sudah
melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama di beberapa daerah Jawa
Tengah, seperti di Solo beberapa waktu lalu.
"Ini artinya bahwa MUI sejak lama mencemaskan (munculnya benih-benih
gerakan radikal) itu. Tapi sekali lagi, kalau dianggap banyak sekali,
ya mungkin tidak," tutupnya.(am/aw/ads)

Pekan lalu, ulama karismatik, Kiai Haji Abdullah Faqih, pengasuh Pondok Pesantren Langitan,...
Read more...Jakarta. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Dr KH Said Aqil Siradj mengatakan negara-negara...
Read more...Malang. Sebanyak 9 menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu direncanakan mendampingi Presiden...
Read more...“Pekalongan, memang ada benih-benih itu (gerakan teroris) di beberapa tempat. Tapi tidak...
Read more...TIMIKA. Warga muslim suku Fak-fak bersama dua agama nasrani, Katolik dan Protestan yang...
Read more...Jakarta. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar acara Halal Bihalal di gedung Pengurus Pusat...
Read more...Palembang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) menolak salah satu restoran...
Read more...Panja mengakomodir adanya jaminan dan pelabelan halal demi keamanan pangan. Jakarta. Masalah...
Read more...Jakarta. Perbaikan di bidang akhlak dan moral harus mendahului upaya perbaikan sistem ekonomi...
Read more...Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa. Pada tanggal 17 Ramadlan, nabi Muhamad menerima...
Read more...