
Hal itu disampaikan Presiden Yudhoyono, Jumat (24/6), saat memimpin
sidang paripurna kabinet membahas implementasi APBN 2011. Menurut
Presiden, ketidakpahaman itu menyebabkan tidak optimalnya pengelolaan
anggaran, yang menyebabkan tidak tercapainya program pembangunan.
Kepala Negara menegaskan, APBN/APBD yang dialokasikan ke
daerah-daerah bukan warisan dari nenek moyang, melainkan dari pajak yang
harus dibayarkan oleh rakyat. Oleh karenanya pengelolaannya harus
benar-benar hati-hati agar tidak diselewengkan.
Ini bukan uang nenek moyang kita, uang yang diperoleh dari pajak
dari berbagai penerimaan. Saya minta Mendagri terus upgrading tentang
APBD, kebijakan fiskal, cara meningkatkan investasi, cara meningkatkan
lapangan kerja di daerah, cara mengurangi kemiskinan dari sisi ekonomi,
kata Yudhoyono.
Presiden membandingkan daerah-daerah di Indonesia yang banyak lebih
besar dibandingkan Singapura. Banyak kabupaten yang jumlah penduduk dan
luas di atas Singapura. Bayangkan kalau dikelola dengan tidak
professional, negara kita tidak optimal apa yang dicapai dalam
pembangunan ini, begitu Yudhoyono.
Bukan tipe emosional
Pada bagian lain, Presiden menegaskan dirinya bukan tipe pengambil
keputusan yang suka emosional, tapi selalu rasional dan dipikirkan
dalam-dalam.
Saya bukan tipe mengambil sesuatu secara emosional, tapi harus
rasional, dipikirkan dalam-dalam. Tiap policy, apa dampaknya, kata
Yudhoyono.
Menurutnya, salah satu dampak dari kebijakan semacam itu
pemerintah harus menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas. Bahkan
di masa mendatang Indonesia ingin TKI yang bekerja di domestic workers
itu bisa susut.
Boleh putra-putri Indonesia bekerja di luar negeri nanti, tapi di
luar domestic workers. Konsekuensinya mari perlebar beri peluang untuk
lapangan pekerjaan di negeri kita sendiri, begitu Kepala Negara.
Tahun ini dan tahun mendatang, Yudhoyono berjanji sungguh-sungguh
melakukan upaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.
Kita sudah punya MP3EI, sasaran dari percepatan dan perluasan
pembangunan antara lain ekonomi tumbuh, lapangan kerja tercipta dan
pengangguran berkurang, tutur SBY.
Awal bulan depan, Presiden dan Wapres akan memimpin langsung Komite MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Gelombang pertama yang akan dilaksanakan adalah pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur berkolerasi dengan pembangunan tenaga kerja.
Kedua, sektor manufaktur. Sektor perkebunan saya dapat cerita, kita bisa buka, gaji sama, lebih dekat, lebih baik. Kalau itu ada opportunity jangan dibiarkan. Dunia usaha tawarkan pekerjaan di sektor perkebunan. Kemudian usaha kecil mikro dan menengah, begitu Yudhoyono. (am/aw/ads)

Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) enggan terburu-buru mengambil keputusan...
Read more...Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) enggan terburu-buru mengambil keputusan...
Read more..."Anggota DPR-nya pada ke mana nih?" seru Ketua DPR Marzuki Alie, begitu duduk di kursi pimpinan...
Read more...Jakarta. PKS melorot jauh ke bawah dalam hasil survei yang digelar sejumlah...
Read more...Jakarta. Rapat kerja antara Tim Pengawas Century DPR RI, Komisi Pemberantasan Korupsi dan...
Read more...Bekas Wapres Jusuf Kalla (JK) ikut gemas dengan rencana pembatasan BBM subsidi. Dia khawatir,...
Read more...Jakarta. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengatakan...
Read more...Kemajuan sebenarnya adalah usaha rakyat, pemerintah hanya mengklaim. Kebijakan SBY-Boediono...
Read more...SANGATA. Penetapan Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon Presiden dari partai...
Read more...Jakarta. Terdakwa kasus dugaan suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans),...
Read more...