Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hotspot: BI Setuju Kenaikan Harga BBM Bersubsidi - Thursday, 23 February 2012 12:20
Hotspot: Menteri Perindustrian komentari "Esemka" - Wednesday, 11 January 2012 09:57
Hotspot: 750 Personel Polri dan TNI Amankan Timika - Wednesday, 30 November 2011 12:05
Hotspot: Satu Lagi Korban Jembatan Kartanegara Ditemukan - Monday, 28 November 2011 10:00
Hotspot: Freeport Tawarkan Gaji Rp 12,7 juta/bulan - Wednesday, 23 November 2011 14:00
Hotspot: BI Keluarkan Kebijakan Lalu Lintas Devisa - Monday, 03 October 2011 15:31
Hotspot: Wujudkan "Internal Act Security" For Indonesia - Thursday, 29 September 2011 08:37
Hotspot: Bom Solo Tidak Membatalkan Sidang Asian Parliamentary Assembly - Wednesday, 28 September 2011 15:46
Hotspot: KPK Periksa Ali Mudhori dan Iskandar Pasajo - Thursday, 15 September 2011 11:55

Pembatasan BBM Bikin Orang Berantem di SPBU

User Rating:  / 0
PoorBest 

Bekas Wapres Jusuf Kalla (JK) ikut gemas dengan rencana pembatasan BBM subsidi. Dia khawatir, kebijakan itu akan bikin orang berkelahi di pom bensin. Nah lho...!  

Penolakan atas kebijakan pembatasan BBM subsidi, ma­kin mengalir deras. Setelah pe­ngu­saha dan DPR, JK pun ber­suara lantang. JK mengaku le­­bih setuju dengan kenaikan harga BBM. Dia khawatir, pem­batasan BBM dapat menimbul­kan keka­cauan.

“Siapa yang bisa menga­wasi? Bisa-bisa orang berkelahi di pom­pa bensin,” tutur JK di acara Eco­nomic and Capital Market Out­look 2012 yang digelar Indo­nesia Finance Today di Jakarta, ke­marin.

Dia menyarankan agar harga BBM subsidi dikembalikan ke level Rp 6.000 sehingga sub­sidi BBM yang membengkak bisa dialokasikan untuk pem­ba­ngu­nan infrastruktur.

“Selama ini dikatakan infra­struktur kurang dana. Sebetulnya dananya ada, tidak kurang. Dana­­nya dipakai untuk BBM subsidi. Cara berpikir yang ke­liru ini me­nyebabkan pengam­bilan ke­pu­tusan yang keliru pula,” kritik JK.

JK menilai, pemerintah ti­dak tahu apa yang harus dilaku­kan. Menurutnya, setiap ditanya, pe­merintah selalu menjawab bahwa kebijakan sedang dikaji.

“Pemerintah jangan banyak ngaji. Tiap hari ngaji melulu. Ka­lau mau ngaji, Jumat pagi saja,” sentil JK.

Solusi Jitu

Pengamat Perminyakan Kur­tubi juga berpendapat, menaik­kan har­ga premium sebesar Rp 1.000 hing­ga 1.500 lebih realistis di­banding melakukan pembatas­an BBM subsidi. Kebijakan me­naik­kan harga BBM subsidi dinilai sebagai solusi jitu me­ngingat hal itu per­nah dilakukan pemerintah pada tahun 2008, di mana harga minyak dunia diatas 100 dolar AS per barel. Ia me­minta pemerintah tidak ragu mengembalikan harga BBM ke level Rp 6.000.

“Penghematan yang bisa dila­kukan pemerintah jika harga BBM subsidi dinaikkan menjadi Rp 6.000 bisa mencapai Rp 40 triliun. Penghematan sebesar itu sangat signifikan,” jelas Kurtubi di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, jika pemerintah ngotot melakukan pembatasan, maka sama saja menaikkan harga bahan bakar dua kali lipat. Hal itu akan berdampak pada inflasi yang lebih besar. Selain itu, tidak ada jaminan berjalannya penga­wasan pada pembatasan BBM subsidi.

“Kan susah pengawasannya. Pada hakikatnya ini hanyalah ke­bijiakan energi yang menggi­ring rakyat dari minyak ke minyak. Padahal, harusnya bisa dikem­bangkan non minyak seperti nabati dan energi baru terbaru­kan. Bah­kan harga gas juga lebih mu­rah. Tidak bikin bobol kan­tong rakyat,” bebernya.

Sedangkan kebijakan konversi BBM ke gas dinilai Kurtubi tidak realistis. Menurutnya, konversi tersebut tidak mungkin bisa dila­kukan tahun ini dan diprediksi baru bisa berjalan dua tahun men­datang. Ini dikarenakan belum tersedianya infrastruktur seperti manajemen pasokan gas dan sta­siun pengi­sian bahan bakar gas (SPBG).

“Solusi konversi BBM ke gas me­ru­pakan pilihan jangka pan­jang. Jangka pendeknya tetap dengan menaikkan harga BBM subsidi,” tegas Kurtubi.

“Premium tidak boleh dihapus. Semua kendaraan pelat hitam ti­dak bisa dipaksakan memakai ba­han bakar gas (BBG). Bagi yang mau saja silahkan. Yang ti­dak mau, tetap diperbolehkan pakai pre­mium,” tandasnya. (HRM)

Politik Lainnya

Penangguhan DW belum Disetujui

Penangguhan DW belum Disetujui

Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) enggan terburu-buru mengambil keputusan...

Read more...
Penangguhan Penahanan DW belum Disetujui

Penangguhan Penahanan DW belum Disetujui

Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) enggan terburu-buru mengambil keputusan...

Read more...

Anggota DPR pada ke mana Nih?

"Anggota DPR-nya pada ke mana nih?" seru Ketua DPR Marzuki Alie, begitu duduk di kursi pimpinan...

Read more...
Melorot di Survei, PKS Tak Punya Tokoh & Ditinggal Masyarakat Kota

Melorot di Survei, PKS Tak Punya Tokoh & Ditinggal Masyarakat Kota

Jakarta. PKS melorot jauh ke bawah dalam hasil survei yang digelar sejumlah...

Read more...

Enam Rekomendasi untuk Kasus Century

Jakarta. Rapat kerja antara Tim Pengawas Century DPR RI, Komisi Pemberantasan Korupsi dan...

Read more...
Pembatasan BBM Bikin Orang Berantem di SPBU

Pembatasan BBM Bikin Orang Berantem di SPBU

Bekas Wapres Jusuf Kalla (JK) ikut gemas dengan rencana pembatasan BBM subsidi. Dia khawatir,...

Read more...
Menpan RB: pelaporan harta kekayaan PNS diperluas

Menpan RB: pelaporan harta kekayaan PNS diperluas

Jakarta. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengatakan...

Read more...
Fuad Bawazier: Pemerintahan SBY Korup Berkedok Bersih

Fuad Bawazier: Pemerintahan SBY Korup Berkedok Bersih

Kemajuan sebenarnya adalah usaha rakyat, pemerintah hanya mengklaim. Kebijakan SBY-Boediono...

Read more...
Ical Diputuskan dalam Rapimnas 2012

Ical Diputuskan dalam Rapimnas 2012

SANGATA. Penetapan Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon Presiden dari partai...

Read more...
Rekan Muhaimin Dipersoalkan

Rekan Muhaimin Dipersoalkan

Jakarta. Terdakwa kasus dugaan suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans),...

Read more...
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com