Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hotspot: BI Setuju Kenaikan Harga BBM Bersubsidi - Thursday, 23 February 2012 12:20
Hotspot: Menteri Perindustrian komentari "Esemka" - Wednesday, 11 January 2012 09:57
Hotspot: 750 Personel Polri dan TNI Amankan Timika - Wednesday, 30 November 2011 12:05
Hotspot: Satu Lagi Korban Jembatan Kartanegara Ditemukan - Monday, 28 November 2011 10:00
Hotspot: Freeport Tawarkan Gaji Rp 12,7 juta/bulan - Wednesday, 23 November 2011 14:00
Hotspot: Presiden : Jadilah tentara rakyat dan tentara pejuang, yang dicintai dan mencintai rakyat - Wednesday, 05 October 2011 13:11
Hotspot: BI Keluarkan Kebijakan Lalu Lintas Devisa - Monday, 03 October 2011 15:31
Hotspot: Wujudkan "Internal Act Security" For Indonesia - Thursday, 29 September 2011 08:37
Hotspot: Bom Solo Tidak Membatalkan Sidang Asian Parliamentary Assembly - Wednesday, 28 September 2011 15:46
Hotspot: KPK Periksa Ali Mudhori dan Iskandar Pasajo - Thursday, 15 September 2011 11:55

Indonesia File

Support Joomla!
  • Home
  • Indonesia
    • Jelajah Negeri
    • Rehat
    • Teropong
  • Discourse
  • Research
  • Forecasting
  • X-Files
  • Rubrik
    • Politik
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Islam Indonesia
    • Olah Raga
    • Interupsi
  • Civic Education
  • Hotspot
  • Debat Publik

Siswa Indonesia raih emas Olimpiade Fisika Dunia

  • Print
  • Email
User Rating:  / 0
Details
Published on Wednesday, 11 January 2012 10:54

Mataram. Christian George Emor menyabet salah satu dari dua medali emas Indonesia pada Olimpiade Fisika Dunia atau World Physics Olympiad (WoPhO) di  Mataram,  Nusa Tenggara Barat.

Christian  juga menyabet predikat The Best of The Best Eksperimental dan  The Best Host participant untuk WoPhO 2011.  Dia mendapat hadiah sebesar 5.000 dolar AS dari Blibli.com.

Sementara Ye Kexin dari China berhasil meraih medali emas dan menyabet dua predikat juara terbaik pada WoPhO yang digelar pada 28 Desember - 3 Januari 2011 itu.

Ye mendapatkan uang tunai 15.000 dolar AS yang diserahkan oleh Gubernur Nusa Tengara Barat  Zainul Majdi pada acara penutupan di Mataram, Senin malam.

Prof Yohanes Surya, iniasiator WoPhO, mengatakan, Yi Kexin meraih dua predikat terbaik pada WoPhO 2011 karena mendapatkan nilai tertinggi dari 125 peserta yang berasal dari 15 negara.

Ia menyebutkan, tim juri sebanyak 19 orang yang diantaranya  Prof Mate Vigh dari Hungaria, Dr Viktor Ivanov dari Bulgaria, Prof Ruo Peng Wang dari Cina, Dr Oki Gunawan dari Indonesia dan Erwin Handoko Tanin dari Indonesia.

"Dari pembahasan para juri, juga diputuskan sebanyak 11 siswa meraih medali emas termasuk Ye Kexin, 12 siswa meraih medali perak dan 11 siswa meraih medali perunggu," ujarnya.

Kesebelas emas itu terbagi kepada Cina, Estonia, Jerman, Hungaria dan Slovakia yang masing-masing mendapatkan satu emas, sedangkan Rusia,  Indonesia dan Singapura meraih dua emas.

Indonesia juga meraih dua perak di ajang ini.

WoPhO 2011 yang mengusung semangat Beat the champion adalah kompetisi fisika individual untuk siswa sekolah menengah dan diinisiasi Yohanes Surya, pendiri Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Surya dan pemilik Surya Institute.

WoPhO 2011 ini diikuti 142 peserta dari  Turki, China, Kazakstan, Slovakia, Estonia, Hong Kong, Singapura, Hungaria, Rusia, Bulgaria, Belarusia, Jerman, Brasil, Polandia, dan Indonesia. (*)

IPM Indonesia Anjlok Akibat Biaya Pendidikan yang Mahal

  • Print
  • Email
User Rating:  / 0
Details
Published on Wednesday, 23 November 2011 14:38

Jakarta. Jumlah anak putus sekolah sekarang ini semakin tinggi. Uang sekolah atau kuliah yang terus melonjak membuat masyarakat semakin sulit menikmati bangku sekolah. Biaya pendidikan seharusnya bisa di­ken­dalikan oleh pemerintah.

Pengendalian biaya pen­didikan bisa dilakukan lewat pemberian subsidi. Misalnya, penyaluran dana Bantuan Ope­rasional Sekolah (BOS) yang bertujuan untuk menurunkan biaya pendidikan.

“Biaya dari pendidikan itu sendiri harus ada pengendalian. Jangan sampai melonjak terus,” kata Wapres Boediono dalam jumpa pers di Kantor Wapres,  Jakarta Pusat, Jumat (18/11).

Pemerintah berencana mem­berikan beasiswa bagi siswa yang tergolong miskin. Menurut Wa­pres, pemerintah akan me­ning­katkan jumlah penerima beasiswa itu dari tahun ke tahun.

Dijelaskan, dengan biaya se­kolah yang ter­kendali maka akan meningkatkan part­i­si­pasi seko­lah. Lama rata- rata sekolah masyarakat Indonesia pun akan terkerek sen­dirinya. Angka rata-rata lama sekolah itu menjadi indikator bagi In­deks Pem­ba­ngunan Manusia (IPM).

Berdasarkan pengukuran Uni­ted Nations Development Pro­gramme (UNDP), angka rata-rata lama sekolah di Indonesia baru 5,8 tahun. Indonesia tertinggal dibanding negara lain, seperti Thailand (6,6 tahun), China (7,5 tahun), Filipina (8,9 tahun), dan Malaysia (9,5 tahun).

Dikatakan Boediono, apabila program pendidikan saat ini di­laksanakan baik, maka angka rata-rata lama se­ko­lah di Indonesia akan meningkat.

UNDP memperkirakan, angka rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia akan meningkat men­jadi 13,2 persen. Prediksi itu lebih ting­gi dibanding negara-negara lain.

Hal senada dikemukakan pe­ngamat pendidikan dari Per­gu­ruan Taman Siswa, Dar­ma­ning­tyas. Ia menilai, mahalnya bi­aya pen­didikan akibat libera­lisasi di sektor ini. Biaya pen­didikan dis­erahkan kepada pasar. Jika hal ter­sebut dibiarkan, maka akan ber­dam­pak pada masa depan anak bang­sa dari ka­la­ngan tidak mampu.

“Sekarang banyak anak dari keluarga miskin yang sudah takut duluan saat mendengar bahwa belajar di perguruan tinggi negeri (PTN) itu butuh biaya hingga puluhan juta rupiah. Ja­ngankan mendaftar, bermimpi untuk men­daftar ke PTN pun me­reka tidak berani,” curhatnya ke­pada Rakyat Merdeka, Kemarin.

Disinggung soal program bea­siswa yang disediakan peme­rintah hingga 20 persen dari total siswa sekolah, Dar­maningtyas meng­atakan, hal tersebut tidak sama dengan kon­sep PTN yang berbiaya murah. Pe­nerima beasiswa itu umumnya dilakukan lewat kri­teria tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan dan Ke­budayaan Musliar Kasim berjanji  terus berupaya  menyeleng­garakan biaya pend­idikan murah. “Untuk orang mis­kin, terus kita bantu. Kita tetap sediakan 20.000 beasiswa tiap tahun,” ujarnya. (am/aw/ads)

UNESCO: Perlu 8,2 Juta Guru Untuk Mengatasi Kesenjangan

  • Print
  • Email
User Rating:  / 0
Details
Published on Thursday, 22 September 2011 15:07

Bali, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Sistem Pendidikan Unesco David Atehoarena mengatakan, The Unesco Institute Statistic (UIS) memperkirakan di berbagai belahan dunia masih memerlukan 8,2 juta tenaga guru dari kurun waktu 2009 sampai 2015.

"Kekurangan guru sebanyak itu perlu dapat dipenuhi guna mencapai `universal primary education`, yakni kondisi seorang guru mengajar 40 orang siswa dalam satu kelas," katanya di sela-sela acara "Third Internasional Policy Dialogue Forum" di Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Dia mengatakan, saat ini angka rasio guru itu masih sangat jauh dari kenyataannya. Sebagai contoh, di wilayah sub-Sahara Afrika yang merupakan wilayah kesenjangan guru terbesar, rasionya masih jauh dari ideal.

David menjelaskan, di wilayah tersebut memerlukan tenaga pengajar sebanyak 1,2 juta. Selain memerlukan guru, di daerah tersebut masih harus mencari pengganti 933.000 guru yang ingin meninggalkan profesi mereka.

Sementara Ananto Kusuma Seta, Co-chairs of the International Task Force on Teachers for EFA mengatakan, kegiatan seperti ini pertama kali diadakan di Addis Ababa, Ethiopia pada Februari 2010 dengan memfokuskan pembahasan kualitas para guru.

"Sedangkan pada forum ketiga ini pembahasan difokuskan pada pembahasan isu-isu guru yang berkembang di wilayah Asia Fasifik," ujarnya.
Seta menjelaskan, pertemuan forum tingkat internasional itu dilaksanakan 13-14 September 2011, dengan tujuan mengumpulkan berbagai pemangku kebijakan untuk membahas tentang hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas dan pemerataan guru.

Selain itu, tambah dia, diharapkan pada forum ini dapat terjalin kerja sama antarpemangku kebijakan dengan para ahli untuk memperkuat advokasi serta mempromosikan pengembangan kebijakan pendidikan di masing-masing negara.
Dijelaskan, Task Force merupakan perhimpunan berbagai lembaga di tingkat global yang berfokus pada pendidikan untuk semua kalangan dalam rangka mengatasi kesenjangan jumlah guru.

"Task Force bukanlah lembaga donor atau penyedia bantuan teknis. Lembaga ini bertujuan menyembatani berbagai instansi lainnya dalam mengatasi masalah kesenjangan guru melalui kegiatan pertemuan tingkat tinggi bagi pembuat kebijakan," katanya.

Sumber : ANT

Target Rehabilitas Sekolah

  • Print
  • Email
User Rating:  / 0
Details
Published on Monday, 03 October 2011 14:35

Bogor. Kementerian Pendidikan menargetkan rehabilitasi sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang rusak akan dilakukan dan diselesaikan pada 2013.

"Dengan bergulirnya program rehabilitasi sekolah ini, diharapkan pada 2013 yang akan datang tidak ada lagi sekolah yang tidak layak bagi anak-anak kita," kata Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, dalam acara peletakan batu pertama Gerakan Nasional Penuntasan Rehabilitasi Gedung Sekolah, di SDN 1 Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin.

Menteri mengatakan, Kementerian Pendidikan menggeberkan program Gerekan Nasional Penuntasan Rehabilitasi Gedung Sekolah guna menyelesaikan persoalan sekolah rusak yang banyak terjadi.

Kegiatan tersebut menyedot Dana Alokasi Khusus dan APBN sebesar 2,8 triliun. Dan jumlah sekolah yang akan direhabilitasi sebanyak 21.500 ruang kelas.

Jumlah tersebut masing-masing terbagi untuk jenjang SD sebanyak 18 ribu ruang kelas, dan SMP sebanyak 3.500 ruang kelas.

Serangkaian kegiatan untuk merealisasikan hal tersebut, saat ini Kemendiknas telah melakukan beberapa langkah strategis diantaranya menggandeng TNI, Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan, Perguruan Tinggi dan unsur Pemerintah Daerah.

Menurut Menteri, karakter anak didik sangat dipengaruhi oleh situasi ruang belajar, pendidik dan lingkungan sekolah.

"Untuk sekolah rusak tidak boleh terlalu didiamkan. Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk mendiamkan kerusakan ruang kelas yang ada. Mari kita bahu membahu untuk menuntaskannya," kata Menteri.

Menteri mengatakan, tidak perlu menyalahkan siapapun dalam situasi saat ini, tapi bagaimana masyarakat dan pemerintah bahu membahu menyelesaikan persoalan sekolah rusak ini.

Mendiknas didaulat untuk meletakkan batu pertama yang menandai dimulainya program gerakan nasional penuntasan rehabilitasi gedung sekolah di SDN 1 Babakan Madang Kabupaten Bogor.(an).

ANT.

Menteri Agama Terima Siswa Madrasah Peraih Medali Olimpiade

  • Print
  • Email
User Rating:  / 0
Details
Published on Tuesday, 20 September 2011 01:27

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Jakarta,  Delapan siswa madrasah Islan Cendekia yang telah meraih medali pada olimpiade sains nasional 2001 Manado, Sulawesi Utara, diterima Menteri Agama Suryadharma Ali senin, 19/08/11.

"Delapan siswa madrasah ini meraih delapan medali, tiga emas dan lima perak," kata Menag didampingi Dirjen Pendidikan Islam Mohammad Ali dan Direktur Madrasah A. Saifuddin, di Jakarta, Senin.

Kehadiran para siswa ini didampingi Kepala Madrasah, Ahmad Hidayatullah. Hidayatullah mengatakan, madrasah yang berlokasi di Serpong, Banten ini, memiliki misi antara lain menjadikan MAN IC sebagai model dalam pengembangan pengajaran ilmu pengetahuan dan teknologi bagi lembaga pendidikan lainnya.

Ia juga menjelaskan, untuk bisa menjadi peserta didik di MAN IC calon harus mengikuti tes, karena yang mendaftar cukup banyak. Siswa diasramakan, semua biaya pendidikan gratis.

Ditambahkannya, saat ini sekitar 70 persen peserta didik di MAN IC termasuk anak dari keluarga golongan dhuafa, sementara cost pendidikan per peserta didik mencapai Rp 5,5 juta. Hidayatullah mengaku semuanya ditanggung negara.

Siswa MAN IC yang meraih emas yaitu Ahmad Faiz Ibadurrahman (Kimia), Gianluigi Grimaldi Maiyar (Astronomi) dan Muhammad Aji Muharram (Komputer).

Peraih medali perak; Parangeni Muhammad (Biologi), Pyan Putro Surya (Ekonomi), M Aulia Rachman (Ekonomi, Saefudin Juhri (Kebumian) dan M Nabil Satria Faradis (Astronomi). ANR.

More Articles...

  1. Kemdiknas sebarkan angket penyaluran BOS
  2. Pendidikan kritis perlu dikembangkan
  3. Merealisasikan Pendidikan Karakter
  4. Anggaran Pendidikan Jadi Rp266,9 Triliun

Page 1 of 4

  • Start
  • Prev
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • Next
  • End

Civic Education Lainnya

Siswa Indonesia raih emas Olimpiade Fisika Dunia

Siswa Indonesia raih emas Olimpiade Fisika Dunia

Mataram. Christian George Emor menyabet salah satu dari dua medali emas Indonesia pada Olimpiade...

Read more...
IPM Indonesia Anjlok Akibat Biaya Pendidikan yang Mahal

IPM Indonesia Anjlok Akibat Biaya Pendidikan yang Mahal

Jakarta. Jumlah anak putus sekolah sekarang ini semakin tinggi. Uang sekolah atau kuliah yang...

Read more...
Target Rehabilitas Sekolah

Target Rehabilitas Sekolah

Bogor. Kementerian Pendidikan menargetkan rehabilitasi sejumlah sekolah dasar dan sekolah...

Read more...
UNESCO: Perlu 8,2 Juta Guru Untuk Mengatasi Kesenjangan

UNESCO: Perlu 8,2 Juta Guru Untuk Mengatasi Kesenjangan

Bali, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Sistem Pendidikan Unesco David Atehoarena mengatakan,...

Read more...

Menteri Agama Terima Siswa Madrasah Peraih Medali Olimpiade

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE ...

Read more...

Kemdiknas sebarkan angket penyaluran BOS

Jakarta. Kementerian Pendidikan Nasional menyebarkan angket ke daerah-daerah untuk menghimpun ...

Read more...

Pendidikan kritis perlu dikembangkan

Pakar Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta Sugeng Bayu Wahyono mengatakan, pendidikan...

Read more...

Merealisasikan Pendidikan Karakter

Setiap manusia yang terlahir ke dunia merupakan anugrah dan setiap manusia menyandang potensinya...

Read more...

Anggaran Pendidikan Jadi Rp266,9 Triliun

Jakarta. Ketua Badan Anggaran DPR Melchias Markus Mekeng mengatakan, pemerintah dan DPR sepakat...

Read more...

Otonomi Daerah Picu Politisasi Pendidikan

Semarang. KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Marzuki Alie, menilai penerapan otonomi daerah...

Read more...
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Copyright (c) 2011 indonesiafile.com

About IndonesiaFile.Com | Advertise | Contact Us | Term Of Use