Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hotspot: BI Setuju Kenaikan Harga BBM Bersubsidi - Thursday, 23 February 2012 12:20
Hotspot: Menteri Perindustrian komentari "Esemka" - Wednesday, 11 January 2012 09:57
Hotspot: 750 Personel Polri dan TNI Amankan Timika - Wednesday, 30 November 2011 12:05
Hotspot: Satu Lagi Korban Jembatan Kartanegara Ditemukan - Monday, 28 November 2011 10:00
Hotspot: Freeport Tawarkan Gaji Rp 12,7 juta/bulan - Wednesday, 23 November 2011 14:00
Hotspot: BI Keluarkan Kebijakan Lalu Lintas Devisa - Monday, 03 October 2011 15:31
Hotspot: Wujudkan "Internal Act Security" For Indonesia - Thursday, 29 September 2011 08:37
Hotspot: Bom Solo Tidak Membatalkan Sidang Asian Parliamentary Assembly - Wednesday, 28 September 2011 15:46
Hotspot: KPK Periksa Ali Mudhori dan Iskandar Pasajo - Thursday, 15 September 2011 11:55

Barat Membajak Momentum Demonstrasi Libya

User Rating:  / 0
PoorBest 

Sebuah dokumen rahasia yang bocor menunjukkan, Majelis Transisi Nasional (NTC) yang sudah melakukan konsolidasi pasca Khadafi, menunjukkan adanya beberapa bekas elemen dalam pemerintahan Khadafi.Gambaran ini menunjukkan, rakyat Libya sudah pasti akan dikesampingkan, bahkan kelompok-kelompok pro- Barat malah bisa leluasa untuk memainkan kekuasaan dengan berkolaborasi dengan bekas kroni Khadafi.

Harian The Times melaporkan detil bocoran setebal 70 halaman, disitu disebutkan NTC sesungguhnya didesain negara Barat melalui bantuan Inggris. Dokumen itu juga menyebutkan bagaimana NTC meren-canakan rekonstruksi Libya setelah Khadafi meninggalkan negara itu, bahkan mereka akan merencanakan akan menyiarkan dalam radio bahwa suplai gas dan minyak akan disalurkan ke negara Barat.

Tentu saja, tidak ada yang salah dengan rencana itu, ketika kemenangan telah diraih, namun seperti laporan the Times, rencana itu masih tetap saja kabur. Namun yang menarik adalah, kelompok pemberontak itu masih ragu-ragu apakah mereka dapat benar-benar bisa menggulingkah Khadafi. Mereka hanya bisa berharap ada perpecahan di dalam istana milik Khadafi sehingga mereka dapat dengan mudah mengambil alih kekuasaan.
Laporan itu juga menyuguhkan bagaimana NTC menganggap penggulingan Khadafi sebagai sesuatu yang mustahil, dan juga sangat tidak mungkin serangan militer udara Barat dapat begitu saja menggulingkan Khadafi. Mereka hanya bisa berharap dan menunggu, sampai demonstrasi berlanjut dan terjadi perpecahan dan kudeta dari dalam, sehingga NTC akan dengan mudah masuk dan merealisasikan rencananya.

Seperti halnya permainan menunggu, kata pengamat Tim Black, ini merupakan perwujudan dari keman-dulan, dan bukan sebuah perencanaan manuver yang taktis.

Didukung adanya kerenggangan antara pemimpin NTC yang sedang menunggu dan rakyat yang harus siap memberikan kejutan. Saat ini, NTC hanya terfokus pada upaya melobi dunia Barat ketimbang maraih simpati dari rakyat Libya yang mereka klaim sebagai representasi sesungguhnya.

Upaya penggalangan dukungan internasional membuah kan hasil, dengan dukungan 30 negara yang tergabung dalam kelompok “Libya Contact Group” termasuk diantara Perancis, Inggris, AS, Jerman dan Jepang.
Sebagian negara itu bahkan, mengalihkan aset pemerintah Libya kepada NTC, sedangkan Perancis dan Inggris mengusir diplomat Khadafi dan mengundang kelompok NTC menjadi perwakilan resmi Libya di negara masing-masing.

Jubir Pemerintah Inggris menyatakan, “Kami sekarang menganggap NTC sebagai perwakilan resmi dari rakyat Libya. Kami telah mengundang mereka untuk mendirikan kantor untuk mewakili aspirasi rakyat Libya.
Namun dengan kriteria apa pengakuan terhadap NTC sebagai wakil resmi rakyat Libya? Meraka juga ti-dak dipilih oleh rakyat Libya. Sepertinya pemerintah Inggris mengakui mereka dengan hanya satu alasan; mereka bukan Khadafi, itu saja. Padahal, sebenarnya, sebagian dari mereka adalah mantan kroni-kroni Khadafi, Kepala NTC misalnya, adalah Mustofa Abdul Jalil yang juga bekas menteri kehakiman rezim Khadafi. Di sayap ekonomi NTC adalah Mahmoud Jibril yang pernah menjadi memimpin lembaga ekonomi Khadafi.

Meskipun mereka megklaim 95 persen pasukan pemberontak loyal terhadap NTC, masih patut siper-tanyakan, mereka juga belum tentu mendapat dukungan dari rakyat Libya. Lebih jauh lagi, pemecatan Jalil baru-baru ini juga membuktikan adanya kritik yang sama seperti ketika terjadi pembunuhan terhadap Jenderal Abdel Fattah Younes di Benghazi, itulah mengapa sangat sulit menyatakan NTC sebagai lembaga yang solid.
Satu-satunya alasan penerimaan dunia internasional adalah NTC mau mengikuti pola yang direncanakan Barat terhadap masa depan Libya.

Dalam sebuah kunjungan di Washington tahun ini, seorang wakil NTC memastikan kepada Kemenlu AS bahwa kalangan ekstrimis tidak akan memainkan perannya dalam meramu masa depan Libya.
Jaminan itu menunjukkan NTC hanya menggambarkan visi politiknya yang mampu meraih simpati Washington agar nantinya Libya mulus menuju negara yang demokratis sehingga semua orang dapat memiliki kebebasan berpendapat dan bersikap untuk masa depannya.

Jika belum-belum sudah akan menyingkirkan ekstrimisme, tentu saja, kebebasan itu tidak akan terwujud. Bahkan, ini merupakan benih-benih perpecahan internal, dimana nantinya besar kemungkinan Libya akan menjadi Irak jilid II, NTC berencana akan meneruskan sistem keamanan yang dibentuk Khadafi. Jika itu dilakukan tentu saja banyak elemen pemberontak yang akan mundur karena kebanyakan pemberontak ingin semua rejim Khadafi harus pergi.

Dengan masih bertahannya Khadafi di dalam negeri dan tidak adanya keinginan untuk pergi dari Libya, dan ketika NTC hanya bisa menunggu sambil berharap ada momentum menggulingkannya, maka akan tidak jelas berapa lama lagi kondisi seperti ini terus berlangsung. Yang paling jelas adalah, siapapun yang akan memimpin negara ini pasca Khadafi, prospek rakyat Libya untuk menentukan nasibnya sendiri, sampai sejauh ini, tidak akan menjadi bahasan sama sekali.(rid)

Forecasting Lainnya

Menyoal Label Teroris JAT

Menyoal Label Teroris JAT

Pada 23 Februari 2012, Amerika melalui departemen luar negeri menyatakan bahwa JAT, Jamaah...

Read more...

RI Jadi Pusat Keuangan Islam Global?

Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sekitar 227 juta jiwa....

Read more...

Krisis AS dan Prospek Perekonomian Kita

Banyak kekhawatiran muncul pascapenurunan peringkat utang Amerika Serikat (AS) oleh Standar...

Read more...

Tarif Listrik akan Naik 10 Persen

April tahun 2012 masyarakat harus siap-siap menerima kenyataan dengan kenaikan tarif dasar...

Read more...

Barat Membajak Momentum Demonstrasi Libya

Sebuah dokumen rahasia yang bocor menunjukkan, Majelis Transisi Nasional (NTC) yang sudah...

Read more...

Tionghoa Dimata para "guiqiao" di China

Meningkatnya sengketa di Laut China Selatan yang melibatkan China dengan beberapa negara ASEAN,...

Read more...

Manusia Pancasila Bukan Entitas Abstrak

BANYAKNYA permasalahan yang terjadi sejak bergulirnya era reformasi hingga kini akibat...

Read more...

Regenerasi Koruptor

Tentunya bukan saatnya kita mempersalahkan sebuah era. Kita juga tidak bisa semata mempersalahkan...

Read more...

Menyelamatkan Jakarta

TAHUN 2011 ini, Jakarta memperingati hari jadinya yang ke 484. Ada kesan, Jakarta semakin...

Read more...

Berjuang di Jalan Berlubang

Infrastruktur jalan mengalami kerusakan di mana-mana. Perbaikan di jalur pantura...

Read more...
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com