PERBURUAN terhadap M Nazaruddin terus dilakukan Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) dan Mabes Polri. Bahkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)
juga ikut mencari keberadaan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD)
ke Vietnam dan Malaysia.
Sebelumnya, Nazaruddin tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet
Palembang diisukan kabur dari Singapura. Sejuah ini belum diketahui
negara mana yang menjadi tempat pelarian buronan Interpol itu.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, pihaknya terus
melacak keberadaan Nazaruddin seperti ke Vietnam dan Kuala Lumpur.
"Semalam kami dengar dia berada di Filipina. Perwakilan kami di sana
telah menelusuri bekerja sama dengan pihak imigrasi dan kepolisian
setempat. Hasilnya nama itu tidak tercantum di imigrasi Filipina," kata
Marty Natalegawa di Jakarta, Kamis (7/7).
Belakangan informasi terkait keberadaan Nazaruddin terus berkembang.
Kabar terbaru Nazaruddin dikabarkan berada di Pakistan. Namun, Menlu
enggan berkomentar terkait isu yang berkembang tentang pelarian
Nazaruddin.
Sedangkan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo ditanya tentang
upaya polisi dalam memburu Nazaruddin menyatakan, pihaknya sudah
mengirimkan red notice.
Dia meminta semua pihak bersabar menunggu hasil laporan dari
interpol yang melakukan perburuan terhadap mantan Bendahara Umum PD
itu. "Kita tungggu saja. Semua yang kita lakukan sudah sesuai
prosedur," ujarnya.
Meski keberadaan Nazaruddin kini penuh misterius, namun Sekretaris
Satgas Pemberatasan Mafia Hukum Denny Indrayana merasa yakin bahwa pihak
KPK telah memiliki informasi akurat tentang Nazaruddin.
"Saya pikir KPK tengah mengambil langkah-langkah yang serius, namun
tidak semua informasi strategis bisa disampaikan kepada media," kata
Denny.
Menurutnya, pemerintah Singapura selalu bersikap kooperatif dengan
para penegak hukum di Indonesia, baik terkait kasus Nazaruddin maupun
kasus lainnya. Namun, sebelum Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka,
pihak Singapura tidak memiliki alasan untuk melarang Nazaruddin masuk
ataupun meninggalkan Singapura.
Keberadaannya memang belum terlacak, tapi pihak KPK tidak mau
tinggal diam. Mereka kini sedang melacak aset milik Nazaruddin untuk
dilokir. "Kita sedang melacak hartanya," ujar jubir KPK Johan Budi.
Diakui, KPK sampai saat ini belum melakukan pembekuan terhadap aset
tersangka Nazaruddin. Masalah pelacakan aset milik tersangka adalah hal
yang lumrah dilakukan KPK dalam menangani setiap kasus.
KPK akan menempuh segala cara untuk dapat memulangkan Nazaruddin ke
Tanah Air. Salah satu cara yang akan ditempuh dengan memblokir aset
rekening Nazaruddin sebagaimana yang biasa mereka lakukan untuk
tersangka korupsi yang lain.
Sementara Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengatakan, Dirjen
Imigrasi Bambang Irawan akan berangkat ke Singapura pada Sabtu (9/7)
untuk mengecek keberadaan Nazaruddin, apakah masih ada atau tidak di
Singapura.
Masalahnya, kata Patrialis, pihak Imigrasi Indonesia belum
memperoleh informasi lebih lanjut soal keberadaan Nazaruddin sejak
Menteri Luar Negeri Singapura menyatakan yang bersangkutan tidak ada
lagi di Singapura.
Dikatakan Patrialis, pengecekan yang dilakukan antara lain juga
untuk memperoleh data-data lengkap tentang perjalanan Nazaruddin dari
pihak Imigrasi Singapura.
Ia juga memastikan jika mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu
belum kembali ke Indonesia. Soalnya jika Nazaruddin kembali dengan
menggunakan paspor melalui pintu-pintu masuk resmi, pasti akan
terdeteksi. (am/ads/aw)

Washington. Juru bicara Gedung Putih, Senin (9/1), mengutuk Iran karena menjatuhkan hukuman...
Read more..."Saya telah sepakat dengan pasukan anti Qaddafi (yang menangkap Saif al-Islam) bahwa tempat...
Read more...Jakarta. Koordinasi antarkementerian dalam menuntaskan proyek infrastruktur ternyata masih...
Read more...Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE ...
Read more...Jakarta. Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Wahiduddin...
Read more...Jakarta. Aktivitas perekonomian di Kota Ambon, Maluku, berangsur pulih, dua hari pascabentrokan...
Read more...Ambon. Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo dijadwalkan mengunjungi Ambon, Kamis siang (15/9)....
Read more...Ambon. Puluhan aparat TNI dan Polri melakukan pemeriksaan ketat terhadap para penumpang kapal...
Read more...Jakarta. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta agar Badan Intelejen...
Read more...Tragedi 11 September di Amerika yang menewaskan kuranglebih 3.000 orang warga sipil, merupakan...
Read more...